Sebanyak 1.445 siswa SMAN 1 Pamanukan di Kabupaten Subang, Jawa Barat, menggelar unjuk rasa di lingkungan sekolah seusai pelaksanaan upacara bendera pada Senin (7/9). Aksi massa tersebut dipicu oleh dugaan tindak pelecehan seksual yang melibatkan oknum Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan berinisial AT terhadap belasan siswi.
Kondisi di lokasi sempat memanas ketika terduga pelaku disinyalir berupaya melarikan diri dari area upacara menuju gerbang sekolah saat para murid menyuarakan tuntutan mereka. Kericuhan mereda setelah aparat kepolisian tiba di lokasi dan mengamankan AT ke Polsek Pamanukan guna menghindari eskalasi keributan.
Kepala SMAN 1 Pamanukan, Edi Kanedi, mengonfirmasi bahwa aksi spontan para murid tersebut merupakan bentuk protes langsung atas peristiwa dugaan asusila yang dilakukan oleh oknum pendidik di sekolahnya.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kesaksian Korban dan Terkuaknya Kasus
Berdasarkan data awal, dugaan pelecehan tersebut menimpa sedikitnya 15 siswi. Kasus ini mulai terungkap ke publik setelah pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) berani bersuara, mendorong korban-korban lain untuk ikut melaporkan kejadian yang mereka alami kepada guru Bimbingan Konseling (BK).
Salah satu korban berinisial DS mengungkapkan bahwa perlakuan tidak pantas tersebut sudah berlangsung lama di lingkungan sekolah, namun sebelumnya tidak ada siswa yang berani melapor. DS menuturkan dirinya dipeluk secara tiba-tiba oleh terduga pelaku saat sedang berfoto seusai membersihkan area gedung olahraga (GOR).
Ketika DS menegur tindakan tersebut karena merasa tidak nyaman, terduga pelaku berdalih bahwa interaksi fisik tersebut wajar sebagaimana hubungan antara seorang ayah dan anak.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Penanganan di Unit PPA Satreskrim Polres Subang
Perkara ini telah dilimpahkan dari Polsek Pamanukan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Subang untuk proses penyidikan lebih lanjut. Terduga pelaku saat ini sudah berada di Mapolres Subang guna menjalani pemeriksaan intensif.
Kepala Unit PPA Polres Subang, Aiptu Nenden Nurfatimah, menyampaikan bahwa proses penyelidikan terus berjalan seiring dengan kedatangan sejumlah korban didampingi orang tua masing-masing ke kantor polisi untuk memberikan keterangan resmi. Kepolisian menduga jumlah korban yang melapor berpotensi terus bertambah.






