CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan bahwa sekitar 9,29 juta rumah tangga di seluruh Indonesia hingga kini belum memiliki hunian pribadi. Angka ketimpangan kepemilikan hunian (backlog) tersebut menjadi salah satu tantangan utama dalam sektor perumahan nasional.
Kondisi tersebut diperberat oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2024, yang mencatat ada sekitar 18 juta rumah tangga di tanah air masih menempati hunian yang belum memenuhi standar kelayakan. Kombinasi antara tingginya angka kebutuhan rumah baru dan banyaknya tempat tinggal yang tidak layak huni menuntut percepatan penyediaan papan bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah.
Kolaborasi Danantara dan Kementerian PKP
Guna merespons besarnya kesenjangan kebutuhan tempat tinggal, Danantara Indonesia menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Kolaborasi ini diarahkan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan perumahan sekaligus memastikan rumah yang dibangun memenuhi standar kelayakan dan kualitas hidup sehat.
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Langkah koordinasi lintas instansi ini berfokus pada integrasi ekosistem BUMN agar percepatan pembangunan fisik dan pembiayaan dapat berjalan seimbang di berbagai wilayah.
Akses Pembiayaan Melalui Danantara Housing Expo
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program prioritas tiga juta rumah yang dicanangkan Presiden, Danantara bersama ekosistem BUMN menggelar Danantara Housing Expo. Pameran ini dirancang untuk mempertemukan pasokan hunian layak dengan skema pembiayaan yang terjangkau bagi masyarakat.
Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Melalui ajang tersebut, Danantara menargetkan penyediaan pasokan hunian dengan struktur harga bersahabat, suku bunga pembiayaan yang kompetitif, serta kemudahan proses administrasi. Fokus utama penyaluran ditujukan bagi segmen masyarakat menengah ke bawah yang selama ini kerap menghadapi kendala aksesibilitas perbankan dan ketersediaan lahan terjangkau di perkotaan maupun daerah berkembang.






