tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal FinanceAfiliasiPopuler
Beranda/Ekonomi Kreator

Ruang Kreativitas Anak di SCBD Membuka Peluang Monetisasi Karya Seni Visual

Sri NugrohoDiterbitkan 4 Agu 2026 - 19.08 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ruang Kreativitas Anak di SCBD Membuka Peluang Monetisasi Karya Seni Visual
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Penyelenggaraan festival seni dan kreativitas bertajuk Colour of Indonesia: Cita Anak Bangsa dalam Warna Kemerdekaan di Habitat Park, SCBD, Jakarta, memberikan sinyal positif bagi penguatan ekosistem kreator muda di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 1 Agustus 2026 ini bukan sekadar panggung unjuk bakat visual, melainkan juga wadah awal yang memperkenalkan potensi nilai ekonomi dari karya seni anak-anak. Sebanyak 29 finalis terpilih berkesempatan menampilkan daya cipta mereka di tengah kawasan pusat bisnis perkotaan, menegaskan bahwa talenta usia dini memiliki tempat strategis dalam lanskap ekonomi kreatif lokal. Penyelenggaraan acara di lokasi komersial seperti SCBD sekaligus mempertemukan karya seni generasi muda dengan publik urban yang lebih luas.

Inisiatif yang digarap oleh PT Tempo Inti Media Impresario ini diselenggarakan sebagai bagian dari peringatan Hari Anak Nasional sekaligus menyambut hari ulang tahun ke-81 kemerdekaan Republik Indonesia. Pembukaan acara ditandai dengan kegiatan melukis bersama yang melibatkan sejumlah tokoh, antara lain Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung Republik Indonesia Reda Manthovani, Direktur PT Tempo Inti Media Impresario Ali Nur Yasin, Managing Director PT Navaswara Bhuwana Kencana Cahaya Manthovani, serta Government Relations MIND ID Sulyani Fitri. Direktur PT Tempo Inti Media Impresario, Ali Nur Yasin, menjelaskan bahwa kegiatan ini difungsikan lebih dari sekadar kompetisi, melainkan wujud nyata penyediaan wadah edukasi, kolaborasi, apresiasi, dan sumber inspirasi bagi generasi penerus. Sejalan dengan pandangan tersebut, Managing Director PT Navaswara Bhuwana Kencana, Cahaya Manthovani, menyoroti pentingnya kebudayaan dan kesenian sebagai sarana bagi anak-anak dalam menemukan identitas diri serta memupuk rasa percaya diri.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal Finance

Gagasan mengenai komersialisasi karya seni visual anak menjadi salah satu pendorong utama dalam pembahasan arah pengembangan festival ini ke depan. Reda Manthovani menyoroti bahwa hasil karya visual dari para peserta berpeluang untuk dimonetisasi melalui penjualan. Ia juga berharap agar ke depannya, inisiatif serupa tidak berhenti pada tahap perlombaan saja, tetapi dapat berkembang menjadi acara khusus yang memfasilitasi komersialisasi karya-karya tersebut. Pandangan ini membuka perspektif baru bagi para pelaku ekonomi digital dan industri kreatif lokal, di mana bentuk apresiasi terhadap daya cipta anak tidak berhenti pada pemberian piala atau sertifikat, melainkan berlanjut pada pengakuan nilai komersial karya di pasar seni.

Baca Juga

Pengembangan Ekosistem Desa Wisata Sait Buttu Saribu dan Dampaknya bagi UMKM Simalungun

Pengembangan Ekosistem Desa Wisata Sait Buttu Saribu dan Dampaknya bagi UMKM Simalungun

Kompetisi ini merangkul keberagaman melalui pembagian dua kelompok peserta. Kelompok pertama berfokus pada lomba menggambar bagi anak-anak umum dengan rentang usia 8 sampai 12 tahun. Sementara itu, kelompok kedua merupakan ajang melukis yang terbuka bagi kalangan umum dan difabel berusia 13 hingga 16 tahun. Dari total 103 pendaftar asal Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, pihak penyelenggara menyeleksi 29 karya terbaik. Rincian finalis tersebut mencakup 10 orang dari kategori menggambar, 10 orang dari kategori melukis umum, serta 9 orang dari kategori melukis difabel. Sebagai bentuk apresiasi, para peraih juara berhak membawa pulang hadiah berupa uang apresiasi, piagam penghargaan, dan sertifikat.

Proses kurasi dan penilaian karya dilakukan secara profesional oleh tiga praktisi seni yang berpengalaman. Dewan juri tersebut meliputi Imam Yuni selaku kartunis senior Tempo, Kendra Paramitha yang merupakan desainer senior sekaligus ilustrator Tempo, dan Guntur Wibowo, seorang seniman mural yang juga berprofesi sebagai dosen di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Kehadiran para pakar ini memastikan setiap karya dinilai berdasarkan standar kualitas visual dan kreativitas yang objektif.

Baca Juga

Peran Data Kependudukan dan Identitas Digital dalam Pembangunan Ekonomi Daerah

Peran Data Kependudukan dan Identitas Digital dalam Pembangunan Ekonomi Daerah

Kendati peluang ekonomi bagi kreator muda mulai terbuka melalui ajang ini, terdapat keterbatasan material dan kondisi pasar yang perlu dipahami secara rasional. Monetisasi karya seni anak-anak memerlukan mekanisme tata kelola yang transparan, perlindungan hak cipta yang memadai, serta ketersediaan saluran penjualan yang berkelanjutan. Penjualan karya seni anak dalam ajang kompetisi belum tentu menjamin pendapatan tetap atau kepastian harga pasar secara instan, mengingat transaksi karya seni sangat dipengaruhi oleh persepsi kolektor dan dinamika pasar kreatif. Oleh karena itu, dorongan monetisasi ini hendaknya dipandang sebagai langkah awal pembinaan potensi ekonomi kreatif, di mana fokus utama tetap berada pada pengembangan bakat, rasa percaya diri, dan pengakuan atas identitas budaya anak-anak Indonesia.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Creator EconomyMonetisasi SeniFestival AnakSCBD Jakarta

Berita Terbaru Lainnya

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenWuling Luncurkan New Cloud EV SE di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp 299 JutaTransformasi dan Peran Bank Pembangunan Daerah dalam Mendongkrak Ekonomi NasionalEvakuasi Korban KMP Mutiara Sentosa II, Rombongan Masalembu Tiba di Tanjung Perak SurabayaPorsi Free Float PGEO Capai 11,07%, PGE Kaji Opsi Pemenuhan Ketentuan 15% BEIDampak Ketidakpastian Global Terhadap Stabilitas Sektor Keuangan IndonesiaIHSG Menguat 1% Menjelang Penutupan Perdagangan Didorong Masuknya Dana AsingDaya Beli Masyarakat Menguat, Sektor Otomotif dan Konsumsi Listrik Tunjukkan Sinyal Positif bagi Pelaku Usaha

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  4. 4Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  5. 5Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
Afiliasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap