Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda kembali memicu suara gemuruh serta getaran kuat yang dirasakan oleh warga di pesisir Banten. Guncangan akibat erupsi tersebut berlangsung cukup intens hingga menyebabkan pintu dan jendela rumah warga bergetar sendiri sejak Sabtu (5/9/2026) dini hari.
Dalam rekaman video yang dibagikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten pada Sabtu (5/9/2026), getaran yang dihasilkan erupsi membuat pintu rumah berbunyi gemerutuk keras. Dokumentasi lain memperlihatkan getaran pada jendela rumah warga yang cukup kencang hingga membuat kain gorden penutup jendela bergerak sendiri.
BPBD Banten melaporkan rentetan getaran terjadi beberapa kali mulai pukul 01.00 WIB dini hari. Warga di kawasan terdampak kemudian kembali melaporkan adanya getaran kuat lanjutan pada pukul 07.00 WIB.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Salah seorang warga, Rizqi, menuturkan bahwa getaran jendela dan dentuman keras sesekali telah dirasakan sejak pukul 02.00 WIB dini hari. Ia sempat menduga getaran itu hanya terjadi di rumahnya, namun tetangga di sekitarnya mengonfirmasi mengalami hal yang sama saat pagi hari.
Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini bertipe Strombolian yang menghasilkan lontaran batu pijar dan abu vulkanik. Letusan tersebut menyerupai fenomena lava fountain atau lava air mancur yang memicu aliran lava dengan semburan berwarna merah menyala secara menerus.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Meski tinggi kolom erupsi tidak teramati secara visual, pancaran semburan merah menyala tampak jelas berlangsung selama beberapa jam. Erupsi menerus yang berasosiasi dengan lava air mancur tersebut merupakan fenomena umum pada karakter aktivitas gunung api tersebut.
Pihak Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Krakatau Pasauran mencatat bahwa hingga Sabtu (5/9/2026) pukul 04.40 WIB, aktivitas erupsi menerus disertai suara gemuruh masih terdengar jelas dari arah Selat Sunda.






