tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi

Sektor Manufaktur dan Perkebunan Berpotensi Mendongkrak Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Wahyu SuryaniDiterbitkan 13 Agu 2026 - 15.16 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Sektor Manufaktur dan Perkebunan Berpotensi Mendongkrak Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Kondisi perekonomian nasional Indonesia secara umum terus menunjukkan kinerja yang berdaya tahan dengan mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen. Salah satu faktor utama yang menyokong ketahanan perekonomian ini adalah tingginya porsi konsumsi rumah tangga. Mengingat kontribusi konsumsi rumah tangga yang relatif besar terhadap struktur pertumbuhan nasional, sangat wajar jika perekonomian Indonesia mampu bertahan dan menjaga laju pertumbuhannya tetap berada di atas 4 persen. Pergerakan positif ini juga tecermin dari pencapaian beberapa sektor ekonomi yang berhasil mencatatkan laju ekspansif, dengan sektor transportasi dan pergudangan sebagai pemimpin pertumbuhan yang sukses menembus angka di atas 10 persen. Kinerja impresif sektor transportasi dan pergudangan tersebut kemudian diikuti oleh sektor-sektor strategis lainnya, yaitu sektor informasi dan komunikasi, sektor jasa kesehatan, serta sektor perdagangan.

Meskipun beberapa sektor menunjukkan kinerja pertumbuhan yang sangat pesat, kondisi berbeda terlihat pada dua sektor utama ekonomi nasional, yaitu sektor manufaktur dan sektor perkebunan. Kedua sektor besar ini dinilai belum mampu berkembang secara maksimal dan sejauh ini laju pertumbuhannya masih tercatat jauh di bawah angka pertumbuhan ekonomi nasional. Pandangan mengenai kondisi kedua sektor tersebut disampaikan langsung oleh Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Andry Asmoro, saat berbicara dalam program Squawk Box CNBC Indonesia di Jakarta pada hari Kamis, 13 Agustus 2026 (13/8/2026). Dalam keterangannya, Andry Asmoro mengidentifikasi bahwa manufaktur dan perkebunan sebenarnya merupakan dua sektor kunci yang berpotensi besar mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan di masa yang akan datang.

Baca Juga

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Menurut penuturan Andry Asmoro, optimalisasi dan pemfokusan kebijakan pemerintah terhadap sektor manufaktur dan perkebunan akan memberikan dorongan ganda bagi perekonomian domestik. Ketika upaya pemerintah dipusatkan pada penguatan sektor manufaktur serta sektor perkebunan, Indonesia akan memiliki landasan yang kuat untuk mengejar percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Tidak hanya sekadar memacu angka pertumbuhan ekonomi, langkah pemfokusan pada kedua sektor ini juga diyakini dapat menciptakan berbagai lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat secara luas. Di samping itu, perbaikan kinerja pada sektor manufaktur dan perkebunan juga dinilai mampu menjadi salah satu pendorong penting bagi ketersediaan serta pasokan valuta asing di dalam negeri.

Terwujudnya pertumbuhan ekonomi nasional yang signifikan melalui penguatan sektor manufaktur dan perkebunan nantinya akan berdampak langsung pada peningkatan indikator kesejahteraan, khususnya berupa penguatan pendapatan per kapita masyarakat. Peningkatan pendapatan per kapita ini menjadi tolok ukur penting bagi kemajuan perekonomian suatu negara. Jika dibandingkan dengan negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, Singapura saat ini masih mencatatkan tingkat pendapatan per kapita yang lebih tinggi daripada Indonesia. Oleh karena itu, percepatan pertumbuhan ekonomi melalui pemfokusan sektor manufaktur dan perkebunan menjadi aspek yang sangat relevan untuk memperkuat pendapatan per kapita masyarakat Indonesia.

Baca Juga

MNK Rokan, Tonggak Baru Pertamina Kembangkan Migas Non Konvensional

MNK Rokan, Tonggak Baru Pertamina Kembangkan Migas Non Konvensional

Dampak dari tingginya pendapatan per kapita sangat krusial bagi keberlangsungan ekosistem ekonomi secara menyeluruh. Pendapatan per kapita yang tinggi secara langsung akan mendorong terciptanya banyak kreasi ekonomi baru di tengah masyarakat. Hal ini disebabkan karena masyarakat yang memiliki tingkat pendapatan per kapita tinggi mempunyai keleluasaan finansial yang lebih besar dalam mengalokasikan dana yang mereka miliki. Keleluasaan tersebut mencakup fleksibilitas untuk menabung, melakukan investasi, membeli perlindungan asuransi, serta memenuhi kebutuhan belanja harian. Pada akhirnya, peningkatan pendapatan per kapita tidak hanya akan menaikkan volume tabungan masyarakat di lembaga keuangan, tetapi juga akan memicu pertumbuhan yang positif pada industri asuransi dan sektor-sektor terkait lainnya di dalam negeri.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank Mandiri

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap