Sebanyak 34 titik longsoran dan sembilan jembatan maupun duiker telah diperiksa serta ditangani secara langsung oleh Tim Satuan Tugas Tanggap Darurat Bencana Direktorat Jenderal Bina Marga dalam sepekan pascagempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penanganan tanggap darurat ini difokuskan untuk memulihkan konektivitas vital antardaerah agar mobilitas masyarakat tidak terputus.
Berikut rangkuman pertanyaan dan jawaban terkait progres pemulihan infrastruktur jalan nasional di Flores berdasarkan data teknis Kementerian Pekerjaan Umum.
Berapa total kerusakan infrastruktur jalan yang terdata akibat gempa Flores?
Berdasarkan pendataan awal Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur, tercatat sebanyak 94 titik infrastruktur jalan dan jembatan mengalami kerusakan akibat guncangan gempa. Rincian kerusakan tersebut mencakup:
- 75 titik longsoran pada lereng dan tebing jalan.
- 3 titik badan jalan amblas.
- 16 titik kerusakan pada jembatan dan gorong-gorong (duiker).
Dari total 94 titik kerusakan yang teridentifikasi, tim tanggap darurat telah memprioritaskan pemeriksaan teknis dan penanganan cepat di 34 titik longsoran serta sembilan jembatan dan duiker.
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Bagaimana kondisi jalur Ruteng–Reo–Kedindi dan wilayah Kabupaten Manggarai?
Penanganan darurat langsung dilakukan di sejumlah koridor utama Kabupaten Manggarai:
Ruas Ruteng–Reo–Kedindi Pembersihan material batuan yang sempat menutupi badan jalan telah dituntaskan. Setelah tindakan darurat tersebut, arus lalu lintas di kawasan ini kembali normal dan dapat dilalui kendaraan dari kedua arah.
Ruas Ruteng–Km 210 dan Km 210–Batas Kabupaten Manggarai Kementerian PU telah membersihkan material longsoran dan bongkahan batu, memasang rambu peringatan di area rawan, menutup retakan pada badan dan bahu jalan, serta menormalisasi saluran drainase yang tersumbat.
Apa langkah mitigasi lanjutan yang disiapkan untuk mengantisipasi longsor susulan?
Untuk mencegah risiko longsor susulan di titik-titik rawan runtuhan batu pada ruas Ruteng–Reo–Kedindi, Kementerian PU menyiapkan proteksi lereng melalui:
- Pemasangan rock bolt (baut batuan),
- Pemasangan wire mesh (kawat anyam penahan), dan
- Pemasangan rockfall barrier (penghalang jatuhan batu).
Langkah serupa juga disiapkan untuk ruas Ruteng–Km 210 dan Km 210–Batas Kabupaten Manggarai melalui perkuatan lereng menggunakan kombinasi rock bolt serta jaring pengaman.
Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Bagaimana penanganan titik kerusakan di wilayah Ende?
Di wilayah Kabupaten Ende, penanganan menyasar beberapa koridor jalan nasional, meliputi ruas Aegela–Batas Kota Ende, Batas Kota Ende–Detusoko, Junction–Wolowaru, dan Wolowaru–Lianunu.
Selain tindakan tanggap darurat untuk menjaga jalur tetap terbuka, sejumlah titik disiapkan untuk konstruksi permanen, seperti:
- Pembangunan dinding penahan tanah (retaining wall),
- Aplikasi shotcrete (semprotan beton penstabil lereng),
- Pemasangan jaring aktif (active netting), serta
- Pembenahan sistem drainase lereng dan jalan.
Apakah jalur logistik dan distribusi BBM di Flores tetap berfungsi?
Kementerian PU memastikan bahwa 15 ruas jalan nasional di Flores yang terdampak gempa secara umum tetap berada dalam kondisi fungsional. Arus lalu lintas kendaraan umum, rantai pasok logistik kebutuhan pokok, serta distribusi bahan bakar minyak (BBM) dilaporkan tetap berjalan lancar melewati jalur-jalur yang telah ditangani.






