tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Bisnis & Ekonomi

Shell Lepas Aset Rp13 Triliun di Siprus untuk Perkuat Bisnis LNG Global

Fitri LimbongDiterbitkan 2 Agu 2026 - 18.01 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Shell Lepas Aset Rp13 Triliun di Siprus untuk Perkuat Bisnis LNG Global
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Raksasa energi asal Inggris, Shell, secara resmi mengumumkan langkah strategis terbaru dalam penataan portofolio bisnis perusahaan secara global. Perusahaan memutuskan untuk melepas sejumlah aset gas strategis yang berlokasi di kawasan Mediterania Timur. Nilai dari transaksi pelepasan aset ini mencapai angka hingga US$720 juta, atau apabila dikonversikan setara dengan sekitar Rp13 triliun. Langkah divestasi tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan yang kini semakin agresif dalam memperkuat posisinya di pasar energi global, khususnya pada sektor gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG). Keputusan ini diambil sejalan dengan dinamika pasar di mana permintaan terhadap komoditas LNG terus mengalami peningkatan yang signifikan di berbagai belahan dunia.

Dalam kesepakatan transaksi yang bernilai belasan triliun rupiah tersebut, Shell sepakat untuk menjual salah satu unit usahanya yang beroperasi di Siprus, yakni BG Cyprus. Pihak yang bertindak sebagai pembeli dalam pengambilalihan aset strategis ini adalah perusahaan minyak dan gas yang berasal dari Hungaria, yaitu MOL Group. Melalui kesepakatan bisnis yang telah dicapai oleh kedua belah pihak, MOL Group nantinya akan mendapatkan kendali penuh atas kepemilikan saham yang sebelumnya dipegang oleh unit usaha Shell tersebut di kawasan Mediterania Timur.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Lebih rincinya, transaksi penjualan unit usaha BG Cyprus ini akan memberikan MOL Group kendali atas 35 persen saham nonoperator. Kepemilikan saham nonoperator sebesar 35 persen tersebut berada di salah satu blok lepas pantai yang terletak di perairan Siprus. Blok lepas pantai ini memiliki peran yang sangat penting karena merupakan lokasi dari ladang gas Aphrodite. Ladang gas Aphrodite sendiri dikenal sebagai salah satu proyek energi yang memegang peranan krusial dalam peta pasokan energi di kawasan Mediterania Timur.

Baca Juga

Ancaman Gempa Megathrust Laut Banda dan Mitigasi Bencana Pesisir

Ancaman Gempa Megathrust Laut Banda dan Mitigasi Bencana Pesisir

Meskipun kesepakatan antara Shell dan MOL Group telah diumumkan kepada publik, proses pengalihan aset ini tidak akan serta-merta selesai dalam waktu dekat. Penyelesaian transaksi pelepasan aset BG Cyprus tersebut diperkirakan baru akan berlangsung dan rampung sepenuhnya pada tahun 2027 mendatang. Proyeksi waktu penyelesaian pada tahun 2027 tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan berbagai tahapan yang harus dilalui, khususnya terkait pemenuhan seluruh persyaratan serta proses regulasi yang berlaku sebelum kepemilikan aset resmi berpindah tangan.

Presiden Integrated Gas Shell, Cederic Cremers, memberikan pernyataan resmi terkait latar belakang di balik keputusan pelepasan aset di Siprus tersebut. Menurut penjelasan Cremers, keputusan perusahaan untuk keluar dari proyek ladang gas Aphrodite merupakan bagian dari implementasi strategi alokasi modal yang lebih disiplin. Ia menegaskan bahwa keputusan untuk keluar didorong oleh alokasi modal yang disiplin serta pilihan portofolio bisnis perusahaan, seiring dengan fokus Shell pada berbagai peluang yang mampu memperkuat rantai nilai LNG terintegrasi yang dimiliki oleh perusahaan energi asal Inggris tersebut.

Baca Juga

Strategi Mencermati Arah Kebijakan dan Program Pendidikan Pemerintah

Strategi Mencermati Arah Kebijakan dan Program Pendidikan Pemerintah

Sejalan dengan pernyataan tersebut, manajemen Shell juga memaparkan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah memperbesar eksposur pada bisnis LNG di tingkat global. Pergeseran fokus investasi ini didasari oleh penilaian internal perusahaan terhadap prospek masa depan komoditas energi. Shell menilai bahwa bisnis gas alam cair atau LNG memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang jauh lebih menarik jika dibandingkan dengan sejumlah aset gas konvensional lainnya. Oleh karena itu, pelepasan aset di kawasan Mediterania Timur menjadi langkah logis bagi Shell untuk memusatkan sumber daya dan modalnya pada pengembangan sektor LNG yang dinilai lebih menjanjikan secara bisnis.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ShellMOL GroupLNGInvestasi EnergiSiprusMediterania Timur

Berita Terbaru Lainnya

Penyelidikan Foto Viral, Polisi Panggil Dokter RS Muhammadiyah Taman Puring Terkait Kematian SutrimoRisiko Keselamatan Kerja Profesi Wasit Tarkam, Studi Kasus Danlanud Cup 2026Pengaruh Penggunaan Biodiesel B50 terhadap Performa Mesin Kendaraan OperasionalCara Menganalisis Risiko Operasional Pertambangan Berdasarkan Kasus BalochistanSpesifikasi dan Dampak Terowongan Kereta Cepat Bawah Air Tercepat di DuniaAncaman Gempa Megathrust Laut Banda dan Mitigasi Bencana PesisirStrategi Mencermati Arah Kebijakan dan Program Pendidikan PemerintahDampak Kekeringan Sungai Danube terhadap Infrastruktur Energi dan Logistik Eropa

Paling Banyak Dibaca

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  2. 2Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap