Raksasa energi asal Inggris, Shell, secara resmi mengumumkan langkah strategis terbaru dalam penataan portofolio bisnis perusahaan secara global. Perusahaan memutuskan untuk melepas sejumlah aset gas strategis yang berlokasi di kawasan Mediterania Timur. Nilai dari transaksi pelepasan aset ini mencapai angka hingga US$720 juta, atau apabila dikonversikan setara dengan sekitar Rp13 triliun. Langkah divestasi tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan yang kini semakin agresif dalam memperkuat posisinya di pasar energi global, khususnya pada sektor gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG). Keputusan ini diambil sejalan dengan dinamika pasar di mana permintaan terhadap komoditas LNG terus mengalami peningkatan yang signifikan di berbagai belahan dunia.
Dalam kesepakatan transaksi yang bernilai belasan triliun rupiah tersebut, Shell sepakat untuk menjual salah satu unit usahanya yang beroperasi di Siprus, yakni BG Cyprus. Pihak yang bertindak sebagai pembeli dalam pengambilalihan aset strategis ini adalah perusahaan minyak dan gas yang berasal dari Hungaria, yaitu MOL Group. Melalui kesepakatan bisnis yang telah dicapai oleh kedua belah pihak, MOL Group nantinya akan mendapatkan kendali penuh atas kepemilikan saham yang sebelumnya dipegang oleh unit usaha Shell tersebut di kawasan Mediterania Timur.








