PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat komitmen mereka dalam mendukung sektor ekonomi akar rumput. Salah satu langkah nyata dari kolaborasi strategis ini diwujudkan melalui program pendampingan bagi para perempuan pengusaha ultra mikro di Provinsi Aceh. Sinergi antara lembaga keuangan non-bank dan regulator ini bertujuan untuk memberikan bekal yang komprehensif bagi para pelaku usaha mikro agar mereka dapat mengembangkan kapasitas usahanya dan naik kelas. Pendampingan yang terintegrasi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi perekonomian daerah di Aceh.
Hingga tanggal 31 Juli 2026, program ini telah mencatatkan capaian yang signifikan di Aceh. Sebanyak 268.231 nasabah PNM Mekaar di wilayah tersebut telah menerima manfaat langsung berupa pembiayaan dan pendampingan yang intensif. Untuk mengoptimalkan proses pembinaan dan penyaluran modal usaha, para nasabah perempuan ini dikelompokkan ke dalam wadah yang lebih terstruktur. Secara keseluruhan, terdapat 19.628 kelompok usaha yang terbentuk. Melalui sistem kelompok ini, para pelaku usaha tidak hanya mendapatkan akses permodalan, tetapi juga ruang untuk saling berinteraksi, berbagi pengalaman, dan memperkuat solidaritas sesama pengusaha ultra mikro.
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Keberhasilan program pendampingan ini tentunya tidak terlepas dari peran aktif para pendamping di lapangan. Sebanyak 1.300 pendamping Mekaar dikerahkan secara khusus untuk memberikan bimbingan langsung kepada para nasabah di Aceh. Kehadiran para pendamping ini menjadi jembatan penting dalam mengedukasi dan membimbing para perempuan pengusaha dalam mengelola usaha mereka sehari-hari. Guna menjangkau wilayah geografis Aceh yang luas, para pendamping Mekaar tersebut tersebar di 77 unit operasional yang berada di seluruh penjuru Provinsi Aceh. Dengan sebaran unit yang merata, PNM memastikan pelayanan dan pengawasan dapat berjalan secara efektif dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
Pentingnya edukasi keuangan dalam program pembiayaan ini ditegaskan oleh Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary. Beliau menyatakan bahwa penyaluran modal usaha harus selalu diimbangi dengan pemahaman keuangan yang memadai bagi para pelaku usaha. Menurut Lalu Dodot Patria Ary, pembiayaan perlu berjalan beriringan dengan literasi keuangan yang tepat. Hal ini mencakup pula pemahaman mengenai literasi keuangan syariah yang dinilai sangat relevan dengan karakteristik adat, budaya, serta kebutuhan masyarakat di Provinsi Aceh. Dengan literasi keuangan yang baik, para perempuan pengusaha diharapkan dapat mengelola dana pembiayaan secara produktif dan menghindari risiko keuangan.
Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Selain aspek permodalan dan edukasi keuangan, legalitas usaha juga menjadi salah satu fokus utama dalam sinergi antara PNM dan OJK ini. Legalitas usaha dinilai penting agar para pelaku usaha dapat naik kelas dan mengakses peluang pasar yang lebih luas. Dalam upaya ini, lebih dari 56.714 nasabah PNM Mekaar di Aceh telah dibantu untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB). Dengan kepemilikan NIB, usaha ultra mikro yang dijalankan oleh para perempuan di Aceh memiliki identitas resmi yang diakui oleh negara. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat fondasi usaha mereka, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta membuka jalan bagi pengembangan usaha ke tingkat yang lebih formal dan mandiri di masa depan.






