tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal FinanceAfiliasiEkonomi KreatorWaspada PenipuanPopuler
Beranda/Afiliasi

Sinyal Baru, Investor Asing Mulai Borong Saham Bank BUMN

Retno PurwantoDiterbitkan 7 Agu 2026 - 08.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Sinyal Baru, Investor Asing Mulai Borong Saham Bank BUMN
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pergerakan modal asing di Bursa Efek Indonesia sering kali menjadi acuan penting bagi para pelaku pasar domestik untuk membaca arah tren investasi. Baru-baru ini, terlihat perubahan strategi yang cukup menarik dari para pemodal internasional. Meskipun secara keseluruhan mencatatkan aksi jual bersih atau net sell di seluruh pasar, aliran dana asing justru mengalir deras ke saham-saham perbankan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta sektor energi. Fenomena rotasi portofolio ini memberikan sinyal baru mengenai ke mana arah minat investasi asing saat ini tengah bergeser.

Pada perdagangan Rabu, 6 Agustus 2026, investor asing sebenarnya membukukan net sell sebesar Rp273,5 miliar di seluruh pasar. Namun, angka kumulatif tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan aktivitas yang terjadi di balik layar. Alih-alih keluar sepenuhnya dari pasar saham Indonesia, para investor asing ini justru melakukan penataan ulang portofolio mereka. Mereka mulai meninggalkan saham-saham yang selama ini dikategorikan sebagai saham defensif dan beralih mengoleksi saham-saham perbankan BUMN yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal Finance
Himbara
), ditambah dengan saham di sektor energi.

Salah satu bukti nyata dari rotasi portofolio ini terlihat dari tekanan jual yang dialami oleh PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Sebagai salah satu saham yang dikenal luas memiliki karakter defensif kuat di pasar modal Indonesia, BBCA justru menghadapi tekanan jual asing paling besar pada perdagangan tersebut. Nilai jual bersih asing pada saham BBCA mencapai Rp215 miliar. Pengurangan eksposur pada saham BBCA ini menunjukkan bahwa pelaku pasar asing sedang memindahkan modal mereka ke aset-aset lain yang dinilai lebih sesuai dengan strategi investasi terbaru mereka.

Baca Juga

Komunikasi Pemerintah dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis di Era Digital

Komunikasi Pemerintah dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis di Era Digital

Sebagai gantinya, dana dari hasil pelepasan saham defensif tersebut dialokasikan ke bank-bank pelat merah. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi tujuan utama dari arus modal masuk ini dengan mencatatkan beli bersih (net buy) asing sebesar Rp82,7 miliar. Tidak hanya BBRI, saham perbankan BUMN lainnya juga turut diburu. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mencatatkan net buy asing senilai Rp44,7 miliar, disusul kemudian oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang membukukan beli bersih sebesar Rp43,5 miliar.

Aktivitas rotasi portofolio asing ini terjadi di tengah kondisi pasar yang dinamis. Pada perdagangan hari berikutnya, yaitu Kamis, 6 Agustus 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis sebesar 0,12 persen ke level 6.343,71. Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan indeks sepanjang hari itu cukup fluktuatif. Pada perdagangan sesi pertama, IHSG sempat bergerak menyentuh rentang terendah di level 6.324 dan naik hingga menyentuh level tertinggi di angka 6.388 sebelum akhirnya ditutup di zona merah.

Meskipun indeks mengalami pelemahan tipis, aktivitas perdagangan di bursa terpantau relatif ramai. Nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia mencapai Rp18,18 triliun. Volume perdagangan juga tercatat cukup besar, yakni mencapai 54,91 miliar saham yang ditransaksikan sebanyak 2,67 juta kali. Dinamika pasar ini juga tecermin dari pergerakan harga saham secara individual pada hari itu, di mana terdapat 265 saham yang berhasil menguat, 337 saham mengalami penurunan harga, dan 192 saham lainnya bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.

Baca Juga

Dampak Etika Media Sosial Tenaga Medis dalam Kasus Komentar Ruang Jenazah RSUD Ruteng

Dampak Etika Media Sosial Tenaga Medis dalam Kasus Komentar Ruang Jenazah RSUD Ruteng

Bagi para pelaku pasar lokal dan investor ritel yang aktif menggunakan berbagai aplikasi investasi digital, pergeseran portofolio asing ini dapat menjadi bahan analisis tambahan dalam menyusun strategi perdagangan harian maupun investasi jangka panjang. Masuknya dana asing ke saham-saham perbankan Himbara seperti BBRI, BBNI, dan BMRI menunjukkan adanya minat terhadap kinerja bank-bank pemerintah tersebut. Meski demikian, penting untuk diingat bahwa pergerakan pasar saham selalu dinamis dan dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal maupun internal.

Perlu dicatat oleh para investor bahwa mengikuti arah pergerakan dana asing merupakan salah satu indikator, namun keputusan akhir tetap berada di tangan masing-masing individu. Pasar saham tetap memiliki ketidakpastian, sebagaimana terlihat dari fluktuasi IHSG yang sempat melemah tipis meskipun ada akumulasi beli pada saham-saham tertentu. Oleh karena itu, para pelaku pasar diharapkan tetap melakukan analisis fundamental dan teknikal secara mendalam sebelum mengambil keputusan transaksi, serta menyesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

IHSGSahamInvestasiHimbaraBank BUMN

Berita Terbaru Lainnya

Komunikasi Pemerintah dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis di Era DigitalDampak Etika Media Sosial Tenaga Medis dalam Kasus Komentar Ruang Jenazah RSUD RutengImpor Barang Konsumsi Melonjak, Menperin Dorong Penguatan Perlindungan Industri DomestikKriteria dan Proses Pemilihan Calon Gubernur Bank Indonesia Pengganti Perry WarjiyoCara Mempersiapkan Diri Menghadapi Rencana IPO Pelindo dan BUMN LainnyaPenyelesaian Utang Kereta Cepat Whoosh oleh Kementerian KeuanganKerugian Rp 100 Triliun Akibat Praktik Mafia Beras di IndonesiaKolaborasi National Cybersecurity Connect 2026 untuk Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  5. 5Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
Afiliasi
Ekonomi Kreator
Waspada Penipuan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap