tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi

Skema BLU Dinilai Berisiko Menambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Retno PurwantoDiterbitkan 2 Sep 2026 - 00.27 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Skema BLU Dinilai Berisiko Menambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi
Foto/Ilustrasi: Republika
A-A+

Rencana pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) di sektor energi memicu kekhawatiran dari pengamat tata kelola energi nasional. Alih-alih memperkuat efisiensi dan transparansi operasional, kehadiran skema kelembagaan baru ini dinilai berpotensi menambah rantai birokrasi serta membuka celah intervensi yang lebih luas dalam tata kelola energi.

Penilaian tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif Center for Energy Security Studies (CESS) sekaligus Ketua Research Group on Energy Security for Sustainable Development Universitas Indonesia (RESSED UI), Ali Ahmudi. Menurutnya, karakteristik industri energi yang tergolong padat modal dan sarat teknologi menuntut kepastian investasi, efektivitas tata kelola, dan tingkat profesionalisme yang tinggi.

Risiko Birokrasi dan Penurunan Respons Pasar

Masuknya terlalu banyak fungsi komersial ke dalam format BLU dikhawatirkan dapat mengubah mekanisme kerja sektor energi menjadi kaku. Karakteristik pengambilan keputusan dalam kelembagaan semacam ini berisiko menjadi lambat serta kurang responsif dalam menghadapi dinamika pasar yang bergerak cepat.

Baca Juga

Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Ali menegaskan bahwa kebutuhan utama industri saat ini adalah entitas pengelola yang lincah, profesional, dan memiliki garis akuntabilitas yang tegas. Penambahan struktur birokrasi baru justru dipandang kontraproduktif karena berpotensi memperpanjang proses birokrasi dalam pengambilan keputusan strategis.

Ancaman Distorsi Pasar dan Iklim Investasi

Meskipun skema BLU menawarkan fleksibilitas dalam tata kelola keuangan, fleksibilitas tersebut tidak serta-merta menjamin efisiensi lapangan. Tanpa adanya desain kelembagaan yang matang dan pengawasan yang ketat, BLU dikhawatirkan menjadi instrumen perluasan intervensi pemerintah dalam aktivitas bisnis energi.

Baca Juga

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Penerapan skema ini juga dinilai menyimpan risiko distorsi pasar apabila entitas BLU memperoleh perlakuan khusus yang tidak didapatkan oleh badan usaha lainnya. Ketimpangan tersebut berpotensi mengikis kesetaraan berusaha (level playing field) dan pada akhirnya menekan daya tarik iklim investasi energi di Indonesia.

Sumber: Republika

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Investasi Energi

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  3. 3Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  4. 4Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham PilihanInvestasi 路 12 Agu 2026
  5. 5Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap