Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memastikan agenda penggabungan BUMN sektor karya ditargetkan rampung pada tahun ini. Kendati demikian, skema definitif terkait pengelompokan perusahaan yang akan disatukan masih terus dimatangkan melalui kajian mendalam.
Chief Operating Officer BPI Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria menjelaskan bahwa skema konsolidasi korporasi pelat merah tersebut masih berpeluang berubah. Hal ini sekaligus merespons kabar mengenai rencana penggabungan dua emiten konstruksi BUMN, yakni PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) dan PT PP (Persero) Tbk. (PTPP).
Skema Konsolidasi Masih Dikaji
Dony menegaskan bahwa kepastian penggabungan spesifik antara PTPP dan ADHI hingga kini belum diputuskan secara final. Evaluasi menyeluruh masih berjalan guna menentukan komposisi merger yang paling tepat bagi seluruh BUMN karya terkait.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Tujuan utama dari konsolidasi ini adalah penyelamatan dan penyehatan fundamental bisnis perusahaan-perusahaan konstruksi milik negara. Melalui restrukturisasi ini, Danantara menginstruksikan agar seluruh BUMN karya kembali fokus pada bisnis inti mereka di bidang jasa konstruksi serta segera menuntaskan portofolio bisnis non-inti.
Persiapan dan Langkah Restrukturisasi Internal
Dari sisi korporasi, Direktur Utama PTPP Novel Arsyad mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan Adhi Karya mengenai rencana merger tersebut. Upaya sinkronisasi operasional ini dijalankan sejalan dengan mandat Danantara untuk menata ulang portofolio dan merapikan lini usaha.
Selain koordinasi antarperusahaan, langkah konsolidasi turut dibarengi dengan efisiensi organisasi (streamlining) serta pelepasan aset non-inti (asset recycling). Sebagai bagian dari transparansi kondisi fundamental sebelum merger, PTPP melakukan sejumlah penyesuaian nilai buku.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Direktur Keuangan PTPP Agus Purbianto menyatakan bahwa penyesuaian nilai buku merupakan tahapan kritis yang wajib dilewati sebelum proses restrukturisasi dan konsolidasi direalisasikan. PTPP mencatatkan penyesuaian satu kali (one-off adjustment) serta penurunan nilai aset (impairment) secara signifikan pada laporan keuangan tahun buku 2025.
Langkah kehati-hatian tersebut juga mencakup pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) atas piutang dan penyesuaian nilai persediaan untuk memperkuat kualitas aset. Penerapan kebijakan pembersihan neraca ini berdampak langsung dan memberikan tekanan terhadap kinerja keuangan konsolidasian PTPP pada periode pelaporan 2025 demi memastikan proses merger berjalan di atas fondasi yang lebih sehat.






