Kondisi operasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, mengalami penurunan aktivitas yang signifikan pada Minggu (6/9/2026). Bandara terbesar di Indonesia ini masih ditutup sementara akibat terganggu sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan pantauan di Terminal 2 Bandara Soetta pada Minggu malam sekitar pukul 21.30 WIB, suasana terpantau jauh lebih lengang dari hari-hari biasanya. Meskipun kondisi terminal tampak sepi dari aktivitas hilir mudik keberangkatan normal, sejumlah calon penumpang terlihat masih memilih bertahan di area ruang tunggu. Sebagian penumpang tampak duduk di deretan kursi yang tersedia dan beberapa di antaranya terlihat beristirahat tidur sembari menunggu kepastian jadwal. Sementara itu, antrean penumpang terlihat memadati loket customer service maskapai untuk mengurus penerbangan mereka.
Penutupan Bandara Diperpanjang hingga Pukul 23.59 WIB
Langkah penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta diambil guna mengantisipasi risiko keselamatan penerbangan akibat paparan material abu erupsi Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan informasi resmi terkini, kebijakan penutupan sementara operasional bandara tersebut diputuskan untuk diperpanjang hingga Minggu (6/9/2026) pukul 23.59 WIB.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Kebijakan penghentian operasional sementara ini berimbas langsung terhadap kelancaran mobilitas transportasi udara dari dan menuju Tangerang serta Jakarta, menyebabkan penumpukan penanganan operasional armada pesawat di darat maupun pengaturan jadwal ulang penerbangan.
Rincian Penerbangan dan Penumpang Terdampak
Penutupan operasional akibat gangguan abu vulkanik ini memberikan dampak luas terhadap jadwal penerbangan komersial dan kargo. Assistant Deputy Communication & Legal PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, menyampaikan bahwa terdapat total 923 penerbangan yang terdampak.
"Jumlah tersebut terdiri dari 671 penerbangan domestik, 232 penerbangan internasional, dan 20 penerbangan kargo," jelas Yudistiawan mengenai rincian lalu lintas udara yang terganggu.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Lebih lanjut, Yudistiawan menerangkan bahwa angka 923 penerbangan tersebut mencakup akumulasi berbagai kendala operasional, mulai dari pembatalan penerbangan, keterlambatan keberangkatan dan kedatangan, hingga pengalihan pendaratan pesawat ke bandara lain. Imbas dari penutupan ini secara keseluruhan memengaruhi ratusan ribu pengguna jasa transportasi udara.
"Dengan total sebanyak 119.215 penumpang," pungkas Yudistiawan mengenai jumlah keseluruhan penumpang yang terdampak akibat penutupan sementara bandara.






