Serikat Petani Indonesia (SPI) menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian (Kementan) atas langkah-langkah yang diambil dalam menjaga serta meningkatkan produksi beras nasional di tengah tantangan musim kemarau. Upaya pemerintah dalam memperkuat sarana dan prasarana pengairan dinilai menjadi salah satu faktor penting yang menopang keberlanjutan produktivitas sektor pertanian.
Pada musim kemarau saat ini, produksi beras per hektare tercatat mengalami kenaikan dan mampu mencapai 8 hingga 10 ton per hektare. Meskipun hasil panen per hektare menunjukkan capaian positif, SPI mencatat bahwa luas lahan tanaman padi mengalami penurunan karena belum semua area persawahan mendapatkan pasokan air atau terairi dengan baik.
Kesiapan Menghadapi Ancaman Kemarau Panjang
Ketua Umum SPI Henry Saragih menegaskan bahwa ancaman musim kering diperkirakan masih akan berlanjut hingga 2027, sehingga langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini. Menurut Henry, ketersediaan air merupakan kebutuhan utama bagi para petani, tidak hanya untuk mendukung budidaya tanaman padi, tetapi juga untuk kelangsungan komoditas palawija.
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Untuk menjaga stabilitas produksi ke depan, SPI menyatakan dukungannya terhadap pemerintah dalam penyediaan sarana air. Langkah tersebut mencakup perbaikan seluruh saluran irigasi yang rusak serta penyediaan mesin-mesin pompa air guna memastikan distribusi air tetap menjangkau lahan-lahan pertanian yang rentan kekeringan.
Strategi Jangka Panjang dan Kebutuhan Informasi Petani
Henry juga menyoroti pentingnya pembangunan waduk sebagai penampung cadangan air dan kesiapan jaringan irigasi sebagai bagian integral dari strategi pemerintah dalam menghadapi perubahan pola musim. Langkah-langkah pengelolaan infrastruktur air ini dinilai krusial agar sektor pertanian lebih tangguh dalam merespons dampak iklim.
Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Selain kebutuhan sarana dan prasarana fisik, para petani juga memerlukan informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kebutuhan data cuaca ini perlu dibarengi dengan informasi pendukung serta langkah nyata dan konkret dari pemerintah guna membantu petani menentukan masa tanam dan pola pengairan yang tepat.






