tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Perbankan

Strategi Bank DBS Menilai Risiko Aset ICE di Tengah Transisi EV

Sri NugrohoDiterbitkan 16 Sep 2026 - 14.08 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Strategi Bank DBS Menilai Risiko Aset ICE di Tengah Transisi EV
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Bank DBS Indonesia menyusun langkah strategis dalam mengelola risiko aset otomotif di tengah transisi menuju era kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Perseroan menerapkan sistem pemetaan (mapping) komponen kendaraan guna menilai risiko aset dan menentukan arah pembiayaan pada sektor internal combustion engine (ICE) beserta rantai pasok pendukungnya.

Melalui pemetaan tersebut, Bank DBS Indonesia mengelompokkan komponen kendaraan ke dalam tiga kategori utama, yaitu komponen yang eksklusif digunakan pada kendaraan ICE, komponen yang eksklusif untuk kendaraan EV, serta komponen yang dipakai secara bersamaan pada kedua jenis sistem penggerak (drivetrain).

Prioritas pada Komponen Bersama

Berdasarkan pemetaan tersebut, DBS memprioritaskan pembiayaan pada komponen kendaraan yang digunakan di kedua model, baik ICE maupun EV. Kategori suku cadang ini mencakup ban mobil, komponen kelistrikan, sistem penyejuk udara (AC), perangkat audio, hingga sistem pengereman (braking).

Baca Juga

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Komponen-komponen tersebut dinilai memiliki daya tahan bisnis yang kuat dalam jangka panjang karena akan terus dibutuhkan oleh industri otomotif, terlepas dari apakah kendaraan yang diproduksi menggunakan teknologi penggerak ICE ataupun EV.

Prospek Koeksistensi dan Konsolidasi Pasar

Terkait lanskap industri secara keseluruhan, DBS memproyeksikan bahwa teknologi ICE dan EV akan terus hidup berdampingan (coexist) dalam kurun waktu yang cukup lama. Kondisi ini dipengaruhi oleh pola konsumsi massal yang masih berlangsung di pasar.

Sejalan dengan proyeksi tersebut, perusahaan yang hanya terkonsentrasi pada segmen ICE tidak serta-merta dinilai kehilangan prospek usaha. Walau demikian, DBS tetap memberlakukan prinsip kehati-hatian ekstra dalam menyalurkan fasilitas pembiayaan ke segmen yang murni berfokus pada ICE.

Baca Juga

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Ke depan, pasar ICE berpotensi mengalami proses konsolidasi bisnis. Dalam perkembangan tersebut, persaingan pasar diperkirakan akan menyaring entitas bisnis sehingga hanya pemain-pemain yang kuat yang dapat bertahan di industri.

Untuk merespons dinamika ini, Bank DBS Indonesia turut mendorong perusahaan-perusahaan yang masih berfokus pada segmen ICE agar mulai beradaptasi. Perseroan memanfaatkan hasil pemetaan komponen dan strategi resetter type miliknya sebagai basis penentuan arah pembiayaan di masa mendatang.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Transisi EnergiKendaraan ListrikBank DBS Indonesia

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

PINJAMAN ONLINE

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

24 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap