tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Makroekonomi

Strategi Bank Indonesia dalam Menjaga Stabilitas Rupiah dan Mendorong Sektor Riil

Wahyu SuryaniDiterbitkan 1 Agu 2026 - 05.52 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Strategi Bank Indonesia dalam Menjaga Stabilitas Rupiah dan Mendorong Sektor Riil
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Di tengah dinamika perekonomian global yang terus bergerak cepat, Bank Indonesia berhadapan dengan tantangan ganda untuk menjaga keseimbangan pasar domestik sekaligus mendorong laju perekonomian nasional. Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, memberikan penjelasan mendalam mengenai arah kebijakan bank sentral dalam merespons situasi ekonomi global saat ini. Penjelasan tersebut disampaikan secara daring pada kegiatan Editors Briefing yang diselenggarakan di Parapat, Sumatera Utara, pada hari Jumat (31/7). Dalam kesempatan tersebut, Destry memaparkan bahwa tingkat ketidakpastian global masih berada pada level yang sangat tinggi. Kondisi ini secara langsung dipicu oleh sikap hawkish yang ditunjukkan oleh bank sentral Amerika Serikat, The Fed, serta munculnya potensi berlanjutnya era suku bunga tinggi atau higher for longer dalam jangka waktu yang lebih panjang dari perkiraan sebelumnya.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Posisi kepemimpinan sementara yang dijabat oleh Destry Damayanti ini terjadi setelah adanya pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia sebelumnya, yakni Perry Warjiyo. Meskipun terjadi transisi kepemimpinan, arah kebijakan bank sentral tetap difokuskan pada upaya strategis yang terukur. Menghadapi berbagai tekanan eksternal yang ada, Bank Indonesia menegaskan komitmen utamanya untuk tidak hanya sekadar berfokus pada stabilitas moneter semata. Bank sentral menekankan bahwa selain bertugas menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan laju inflasi agar tetap terkendali, mereka juga menaruh perhatian yang sangat besar pada upaya mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Sebagai salah satu langkah konkret dan taktis yang diambil dalam kerangka kebijakan moneter, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate pada level 5,75 persen. Keputusan untuk mempertahankan BI Rate di level tersebut dinilai sangat krusial dan strategis guna melindungi stabilitas nilai tukar rupiah dari fluktuasi pasar global. Selain itu, langkah ini juga berfungsi sebagai antisipasi dini terhadap potensi tekanan inflasi domestik yang sewaktu-waktu dapat meningkat akibat adanya berbagai gejolak di tingkat global. Namun, kebijakan suku bunga ini tidak berdiri sendiri dalam menjaga ketahanan ekonomi.

Baca Juga

Pola Konsumen di GIIAS 2026 dan Fenomena Riset Kendaraan Sebelum Membeli

Pola Konsumen di GIIAS 2026 dan Fenomena Riset Kendaraan Sebelum Membeli

Untuk melengkapi kebijakan suku bunga, Bank Indonesia secara aktif menggunakan bauran kebijakan makroprudensial serta kebijakan sistem pembayaran sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Salah satu instrumen andalan yang diterapkan oleh bank sentral adalah pemberian insentif likuiditas kepada sektor perbankan. Bank Indonesia memberikan kelonggaran spesifik berupa pengurangan Giro Wajib Minimum kepada bank yang terbukti aktif menyalurkan kredit ke berbagai sektor prioritas. Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi salah satu target utama dari penerima aliran kredit ini, demi memastikan bahwa roda perekonomian di tingkat akar rumput dapat terus bergerak secara optimal.

Kebijakan likuiditas makroprudensial ini dirancang secara khusus dan terarah agar industri perbankan dapat kembali pada fungsi intermediasi utamanya. Bank Indonesia mendorong agar bank lebih banyak dan lebih aktif menyalurkan kredit secara langsung ke sektor riil, ketimbang hanya menempatkan dana yang mereka miliki pada instrumen surat berharga. Dengan mengalirkannya ke sektor riil, diharapkan roda produksi, konsumsi, dan distribusi di masyarakat dapat berjalan lebih lancar sehingga mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan global.

Baca Juga

Tren Mobil Listrik BEV di GIIAS 2026 Meningkat Seiring Harga yang Makin Kompetitif

Tren Mobil Listrik BEV di GIIAS 2026 Meningkat Seiring Harga yang Makin Kompetitif

Selain mengoptimalkan instrumen makroprudensial, sistem pembayaran, dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah, Bank Indonesia juga menaruh fokus pada penguatan ekonomi syariah serta akselerasi ekonomi hijau. Upaya ini dirancang untuk menopang pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Keberhasilan dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ini tentunya tidak dapat dicapai sendirian. Oleh karena itu, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi yang erat dengan kementerian dan lembaga otoritas keuangan lainnya, seperti Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan, serta Komite Stabilitas Sistem Keuangan guna menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung kelancaran penyaluran kredit.

Di sisi lain, upaya pengendalian inflasi, khususnya yang bersumber dari sektor pangan, juga terus diperkuat melalui kerja sama yang erat antara Bank Indonesia dan pemerintah. Langkah konkret ini diwujudkan melalui penguatan Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Strategis. Program ini merupakan bentuk transformasi dari inisiatif sebelumnya, yakni Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan. Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Strategis ini difokuskan secara khusus pada upaya peningkatan produktivitas pertanian, penguatan jalur distribusi pangan di berbagai wilayah, serta pengembangan kemitraan strategis. Keseluruhan program tersebut bertujuan untuk menjaga stabilitas harga barang pokok di pasaran sekaligus mendukung terciptanya ketahanan pangan nasional yang kuat.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank IndonesiaUMKMBI RateStabilitas RupiahKebijakan MakroprudensialGPIPS

Berita Terbaru Lainnya

Skema Kerja dan Penempatan Manajer Koperasi Desa Lulusan SPPIRincian Data Indeks Kinerja Parlemen 2025 Terkait Pengawasan dan Integritas DPR RIPola Konsumen di GIIAS 2026 dan Fenomena Riset Kendaraan Sebelum MembeliTren Mobil Listrik BEV di GIIAS 2026 Meningkat Seiring Harga yang Makin KompetitifStrategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenKebijakan Likuiditas Baru Bank Indonesia, Mengapa Perbankan Dilarang Menumpuk Obligasi?Data Rincian Kinerja Keuangan PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) Semester I-2026The Fed Masih Hawkish, Bank Indonesia Pastikan Siap Hadapi Era Higher for Longer

Paling Banyak Dibaca

Cara Membangun Kepercayaan Masyarakat di Wilayah Konflik, Pelajaran dari Iptu Motalip Litiloly

Manajemen & Kepemimpinan

Cara Membangun Kepercayaan Masyarakat di Wilayah Konflik, Pelajaran dari Iptu Motalip Litiloly

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

Ekonomi Digital

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

31 Jul 2026

Strategi Bank Indonesia Menghadapi Era Suku Bunga Tinggi Global dan Tantangan Inflasi

Ekonomi Digital & Pendapatan

Strategi Bank Indonesia Menghadapi Era Suku Bunga Tinggi Global dan Tantangan Inflasi

31 Jul 2026

Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS dan Faktor Penentu Kebijakan Global

Ekonomi & Keuangan

Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS dan Faktor Penentu Kebijakan Global

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Cara Membangun Kepercayaan Masyarakat di Wilayah Konflik, Pelajaran dari Iptu Motalip LitilolyManajemen & Kepemimpinan 路 1 Agu 2026
  2. 2Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  3. 3Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKDProfesi & Regulasi 路 31 Jul 2026
  4. 4Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi DigitalEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  5. 5Strategi Bank Indonesia Menghadapi Era Suku Bunga Tinggi Global dan Tantangan InflasiEkonomi Digital & Pendapatan 路 31 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap