Pemerintah Indonesia terus mendorong langkah percepatan eksplorasi ladang minyak dan gas bumi (migas) baru di berbagai wilayah perairan nasional. Upaya akselerasi ini dinilai memegang peranan sangat penting dalam memperkuat pasokan energi serta menggenjot produksi migas nasional, sekaligus membuka peluang kerja bagi ekosistem industri maritim penunjang lepas pantai (offshore).
Direktur Wintermar Offshore Marine, Janto Lili, menyatakan bahwa langkah pemerintah dalam mempercepat proyek eksplorasi ladang migas baru merupakan upaya krusial untuk mendorong produksi migas nasional. Pada tahun 2026, Indonesia tercatat memiliki sekitar lima proyek migas yang diharapkan dapat mengerek capaian produksi migas di tanah air sekaligus memberikan dampak langsung pada geliat industri maritim offshore.
Strategi Pemenuhan Kapal Eksplorasi
Untuk merespons kebutuhan armada pendukung kegiatan eksplorasi migas, Wintermar Offshore Marine menyiapkan strategi penyediaan kapal yang adaptif. Perseroan berupaya memenuhi kebutuhan kapal offshore untuk menunjang aktivitas eksplorasi migas dengan mendatangkan kapal sewa maupun membeli kapal bekas.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Langkah mendatangkan kapal sewa atau kapal bekas dipilih mengingat proses untuk mendapatkan kapal baru membutuhkan waktu sekitar dua tahun. Melalui opsi tersebut, perseroan dapat memastikan ketersediaan armada penunjang lepas pantai secara lebih responsif sesuai dengan linimasa proyek eksplorasi yang sedang berjalan di dalam negeri.
Dukungan pada Proyek Laut Dalam ENI
Selain melayani kegiatan penunjang eksplorasi lepas pantai pada umumnya, Wintermar Offshore Marine juga mulai masuk untuk mendukung proyek-proyek migas laut dalam (deepwater). Sektor laut dalam ini menjadi salah satu area operasional yang didukung perseroan guna menyukseskan proyek hulu migas nasional.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Keterlibatan perseroan pada segmen laut dalam tersebut antara lain ditujukan untuk mendukung proyek migas yang dikembangkan oleh perusahaan energi asal Italia, ENI. Saat ini, ENI tengah mengembangkan dua proyek migas lepas pantai strategis di lepas pantai Kalimantan Timur, yakni proyek Gendalo-Gandang dan Geng North-Gehem. Dukungan kapal penunjang offshore pada proyek-proyek laut dalam tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran operasional eksplorasi dan pengembangan lapangan migas di wilayah perairan Indonesia.






