tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Bisnis & Ekonomi

Strategi Bisnis PTPN I dalam Hilirisasi Tetes Tebu Menjadi Bioetanol dan Target Ekspor ASEAN

Lidya RumbayanDiterbitkan 1 Agu 2026 - 21.20 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Strategi Bisnis PTPN I dalam Hilirisasi Tetes Tebu Menjadi Bioetanol dan Target Ekspor ASEAN
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

PT Perkebunan Nusantara I atau yang lebih dikenal dengan sebutan PTPN I-Persero merupakan salah satu badan usaha milik negara di sektor perkebunan yang memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan energi. Sebagai perusahaan perkebunan milik negara, PTPN I-Persero memastikan komitmennya secara berkelanjutan untuk mendukung program ketahanan energi nasional di Indonesia. Lebih dari sekadar menjaga ketahanan energi, langkah strategis yang diambil oleh badan usaha milik negara ini juga bertujuan untuk mempercepat transisi energi nasional. Upaya percepatan transisi energi nasional tersebut diwujudkan secara nyata lewat program hilirisasi sektor perkebunan yang difokuskan pada pengolahan komoditas menjadi bioetanol. Hal ini disampaikan secara langsung oleh Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara I, Abdul Rivai Ras, dalam sebuah dialog mendalam bersama Andi Shalini. Perbincangan mengenai strategi hilirisasi ini berlangsung dalam program acara Squawk Box yang disiarkan oleh CNBC Indonesia pada hari Senin, 27 Juli 2026.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Dalam dialog tersebut, Abdul Rivai Ras menjelaskan bahwa pengembangan bioetanol sebagai energi baru dan terbarukan di lingkungan PTPN I tidak dilakukan sendirian. Pelaksanaan teknis dan operasional untuk pengembangan energi baru dan terbarukan tersebut dilaksanakan melalui salah satu anak usahanya, yakni PT Energi Agro Nusantara atau yang kerap disingkat menjadi Enero. Kehadiran PT Energi Agro Nusantara memegang peranan yang sangat penting dalam rantai nilai hilirisasi sektor perkebunan milik badan usaha milik negara ini. Anak usaha tersebut secara khusus bertugas untuk memproses dan mengolah tetes tebu atau yang juga dikenal dengan istilah molase. Melalui fasilitas pengolahan yang dikelola oleh PT Energi Agro Nusantara, tetes tebu yang dihasilkan dari aktivitas perkebunan tersebut tidak dibiarkan begitu saja, melainkan diubah dan diproses secara intensif menjadi berbagai macam produk turunan yang bernilai tinggi.

Baca Juga

Mengapa Pengembang Kesulitan Membangun Rumah Subsidi di Lahan yang Telah Dibeli?

Mengapa Pengembang Kesulitan Membangun Rumah Subsidi di Lahan yang Telah Dibeli?

Produk bernilai tinggi yang dihasilkan dari pengolahan tetes tebu atau molase oleh PT Energi Agro Nusantara memiliki beragam pemanfaatan untuk berbagai sektor industri. Salah satu produk utama yang dihasilkan dari proses pengolahan tetes tebu tersebut adalah fuel grade etanol. Ketersediaan fuel grade etanol ini secara khusus ditujukan untuk memenuhi kebutuhan campuran bahan bakar. Selain menghasilkan bahan bakar, proses pengolahan di fasilitas milik anak usaha PTPN I ini juga mampu menghasilkan extra neutral alcohol. Keberadaan extra neutral alcohol yang diproduksi dari bahan baku tetes tebu tersebut kemudian dijadikan sebagai bahan baku utama untuk memenuhi kebutuhan operasional di industri farmasi dan juga industri kosmetik. Tidak berhenti sampai di situ saja, sisa pengolahan tetes tebu atau molase tersebut juga dimanfaatkan dan dijadikan untuk pembuatan produk lain, yaitu spiritus dan pupuk hayati.

Pengembangan hilirisasi tebu yang dilakukan oleh PT Perkebunan Nusantara I melalui anak usahanya ini bukan sekadar upaya diversifikasi produk, melainkan menjadi strategi utama dalam pengembangan energi baru dan terbarukan. Strategi pengembangan energi baru dan terbarukan melalui hilirisasi komoditas tebu ini diyakini dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap ketahanan energi di dalam negeri. Salah satu manfaat paling krusial dari pemanfaatan bioetanol dan fuel grade etanol untuk campuran bahan bakar adalah kemampuannya yang dapat mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak fosil. Dengan menekan tingkat ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak fosil, program hilirisasi yang dijalankan oleh badan usaha milik negara ini secara langsung mendukung terciptanya kemandirian energi nasional yang lebih tangguh.

Baca Juga

Menggunakan Layanan Transbandara Rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta dengan Tarif Rp15.000

Menggunakan Layanan Transbandara Rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta dengan Tarif Rp15.000

Untuk memastikan pasokan energi baru dan terbarukan yang memadai, pihak PTPN telah menetapkan target produksi yang sangat ambisius dan terukur. Saat ini, PTPN menargetkan kapasitas produksi bioetanol yang mencapai angka 30 juta liter per tahunnya. Target produksi sebesar 30 juta liter per tahun bioetanol tersebut diharapkan mampu memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat seiring dengan berjalannya program transisi energi nasional. Lebih jauh lagi, Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara I, Abdul Rivai Ras, dalam wawancaranya di program Squawk Box CNBC Indonesia, menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada pasar domestik. Dengan kapasitas produksi yang besar, PTPN merencanakan langkah strategis di mana mereka bisa berekspansi untuk diekspor ke kawasan ASEAN, menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain kunci dalam penyediaan bioetanol di tingkat regional.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Energi Baru TerbarukanPTPN IBioetanolHilirisasi TebuEkspor ASEANPT Energi Agro Nusantara

Berita Terbaru Lainnya

Panduan Memahami Dinamika Regulasi dan Peluang Bisnis Digital di IndonesiaMengapa Pengembang Kesulitan Membangun Rumah Subsidi di Lahan yang Telah Dibeli?Menggunakan Layanan Transbandara Rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta dengan Tarif Rp15.000Ribuan Pesilat PSHT di Surabaya Bubarkan Diri Usai Tuntut Proses Hukum Oknum Debt CollectorJejak Digital dan Kasus Hukum, Pelajaran dari Penghapusan Pesan Otomatis di PemalangPanduan Manajemen Risiko, Penyelidikan Kebakaran Aset Bisnis dan Peran Tim ForensikPotensi Ekonomi Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional dan Peran Industri DomestikPanduan Mengoptimalkan Anggaran Perjalanan Melalui Program Diskon Transportasi

Paling Banyak Dibaca

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  2. 2Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap