Penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG kini telah berkembang menjadi elemen krusial bagi perusahaan yang ingin bertahan dan bertumbuh. Menteri Lingkungan Hidup, Moh. Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa implementasi ESG telah menjadi fondasi penting dalam membangun daya saing perusahaan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang. Bagi pelaku bisnis, ESG tidak boleh lagi hanya dipandang sebagai pemenuhan aspek kepatuhan semata, melainkan harus diubah menjadi keunggulan kompetitif. Sebagai contoh nyata, PT Pertamina (Persero) terus memperkuat implementasi keberlanjutan tersebut sebagai bagian dari transformasi bisnis mereka. Penguatan kapabilitas dan budaya ini menjadi modal penting bagi perusahaan dalam menjalankan transformasi sekaligus mendukung pencapaian target Net Zero Emission pada tahun 2060 atau bahkan lebih cepat. Bagi organisasi yang ingin melakukan langkah serupa, terdapat beberapa strategi yang dapat diterapkan berdasarkan pengalaman tersebut.
Langkah pertama yang krusial adalah merancang program internalisasi yang menyeluruh bagi seluruh tingkatan sumber daya manusia di dalam perusahaan. Transformasi bisnis yang berkelanjutan membutuhkan pemahaman yang merata di setiap lini. Hal ini diwujudkan oleh Pertamina melalui pembentukan Pertamina Sustainability Academy. Program internalisasi keberlanjutan ini dirancang secara komprehensif untuk seluruh pekerja atau yang dikenal dengan sebutan Perwira Pertamina. Sasaran peserta program ini tidak hanya terbatas pada karyawan di tingkat operasional, tetapi juga menjangkau jajaran pengambil keputusan tertinggi, yakni tingkat Direksi hingga Dewan Komisaris perusahaan.
Langkah kedua adalah menyusun jalur pembelajaran berjenjang yang terstruktur untuk menghadapi berbagai tantangan transisi energi di masa depan. Untuk membekali para pekerja dengan kemampuan yang relevan, perusahaan perlu merumuskan kurikulum yang bertahap. Pertamina Sustainability Academy mengadopsi sistem pembelajaran yang mencakup beberapa tingkatan, mulai dari Mandatory Sustainability Training, Sustainability Awareness Program, Sustainability Accelerator Program, Sustainability Masterclass, hingga program khusus seperti Sustainability Transcendence Forum. Melalui tahapan edukasi ini, setiap individu dibekali kapabilitas mulai dari pemahaman dasar hingga kemampuan pengambilan keputusan strategis.
Strategi Bank DBS Menilai Risiko Aset ICE di Tengah Transisi EV

Langkah ketiga adalah menyelaraskan peningkatan kapabilitas sumber daya manusia dengan strategi pertumbuhan bisnis jangka panjang. Senior Vice President Business Sustainability PT Pertamina (Persero), Wenny Ipmawan, menjelaskan bahwa fasilitas akademi keberlanjutan tersebut dirancang secara khusus untuk membekali pekerja agar siap menghadapi tantangan transisi energi. Kesiapan ini pada akhirnya akan mendukung implementasi strategi bisnis perusahaan, seperti Dual Growth Strategy yang dijalankan oleh Pertamina. Hal ini membuktikan bahwa keberhasilan transisi energi tidak hanya bergantung pada adopsi teknologi baru, tetapi sangat ditentukan oleh kesiapan manusia di dalam perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan.
Langkah keempat adalah menanamkan budaya keberlanjutan melalui berbagai inisiatif komunikasi yang kreatif dan dilakukan secara berkesinambungan. Peningkatan keahlian teknis harus berjalan beriringan dengan pembangunan budaya kerja. VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menekankan bahwa penguatan budaya sangat penting agar prinsip keberlanjutan dapat diterapkan secara konsisten. Untuk mencapai hal tersebut, perusahaan dapat mengembangkan berbagai program budaya seperti inisiatif Jejak Keberlanjutan, pembuatan siniar atau podcast keberlanjutan, penyusunan materi edukasi Sustainability Insight, serta pendistribusian materi komunikasi dan siaran rutin kepada seluruh karyawan agar nilai-nilai tersebut hidup dalam keseharian.
Daftar Resmi Harga BBM di Seluruh SPBU RI, Berlaku 16 September 2026

Langkah kelima adalah menjadikan pengakuan eksternal sebagai indikator keberhasilan dan motivasi untuk terus berkembang. Upaya sistematis dalam membangun kapabilitas dan budaya keberlanjutan pada akhirnya akan membuahkan hasil yang diakui oleh industri. Sebagai bukti, Pertamina Sustainability Academy berhasil meraih penghargaan Anugerah Utama Sektor Energi dalam ajang bergengsi IDX Channel Anugerah ESG 2026. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wenny Ipmawan dalam acara penganugerahan yang diselenggarakan di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada hari Rabu, tanggal 29 Juli. Pengakuan semacam ini bukan merupakan titik akhir, melainkan pendorong semangat bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas implementasi ESG di masa mendatang.






