Penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG kini telah berkembang menjadi elemen krusial bagi perusahaan yang ingin bertahan dan bertumbuh. Menteri Lingkungan Hidup, Moh. Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa implementasi ESG telah menjadi fondasi penting dalam membangun daya saing perusahaan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang. Bagi pelaku bisnis, ESG tidak boleh lagi hanya dipandang sebagai pemenuhan aspek kepatuhan semata, melainkan harus diubah menjadi keunggulan kompetitif. Sebagai contoh nyata, PT Pertamina (Persero) terus memperkuat implementasi keberlanjutan tersebut sebagai bagian dari transformasi bisnis mereka. Penguatan kapabilitas dan budaya ini menjadi modal penting bagi perusahaan dalam menjalankan transformasi sekaligus mendukung pencapaian target Net Zero Emission pada tahun 2060 atau bahkan lebih cepat. Bagi organisasi yang ingin melakukan langkah serupa, terdapat beberapa strategi yang dapat diterapkan berdasarkan pengalaman tersebut.








