Ketersediaan pasokan air yang konsisten merupakan elemen mendasar dalam menjaga roda perekonomian, khususnya bagi sektor pertanian yang sangat bergantung pada stabilitas pengairan. Di tengah ancaman perubahan iklim global serta munculnya fenomena El Nino, risiko kekeringan menjadi tantangan ekonomi yang harus diantisipasi secara terukur dan berkelanjutan. Penurunan pasokan air dapat berdampak langsung pada terganggunya panen, yang pada akhirnya memengaruhi pendapatan para petani dan stabilitas harga pangan di pasar. Untuk memastikan kegiatan ekonomi masyarakat tidak terhenti saat memasuki musim kemarau, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengambil langkah proaktif dengan memaksimalkan fungsi berbagai infrastruktur sumber daya air. Persiapan matang yang mencakup penyiagaan fasilitas bendungan, bendung, embung, hingga waduk dilakukan guna memastikan ketersediaan air tetap terjamin untuk kebutuhan harian warga maupun untuk irigasi lahan pertanian yang menjadi urat nadi








