PT Pertamina (Persero) terus mengambil langkah strategis dalam memperkuat implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai pilar utama transformasi bisnis berkelanjutan perusahaan. Komitmen kuat ini baru saja mendapatkan pengakuan bergengsi melalui Pertamina Sustainability Academy (PSA), yang sukses meraih Anugerah Utama Sektor Energi pada ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi nyata atas dedikasi Pertamina dalam membangun kapabilitas sumber daya manusia sekaligus menanamkan budaya keberlanjutan secara sistematis di seluruh lini operasional perusahaan.
Kehadiran Pertamina Sustainability Academy dirancang secara komprehensif sebagai program internalisasi keberlanjutan bagi seluruh Perwira Pertamina. Program edukasi ini menjangkau seluruh tingkatan pekerja, mulai dari level operasional hingga jajaran manajemen puncak, termasuk Direksi dan Dewan Komisaris. Melalui akademi ini, Pertamina mendorong peningkatan kompetensi pekerja agar penerapan prinsip ESG tidak sekadar berhenti pada pemenuhan aspek kepatuhan regulasi, melainkan terintegrasi utuh menjadi budaya kerja, landasan pengambilan keputusan, dan strategi bisnis jangka panjang.
Menteri Lingkungan Hidup, Moh. Jumhur Hidayat, memberikan pandangannya terkait pentingnya langkah strategis ini. Ia menegaskan bahwa penerapan prinsip tata kelola lingkungan dan sosial kini telah berkembang menjadi fondasi esensial dalam membangun daya saing perusahaan sekaligus menciptakan nilai yang berkelanjutan. Menurutnya, aspek keberlanjutan harus dipandang sebagai sebuah investasi strategis yang mampu mengubah sekadar kepatuhan menjadi keunggulan kompetitif di pasar global, serta menjadi fondasi bagi pertumbuhan bisnis yang tangguh dan bernilai bagi seluruh pemangku kepentingan.
Sejalan dengan hal tersebut, Senior Vice President Business Sustainability PT Pertamina (Persero), Wenny Ipmawan, menjelaskan bahwa perusahaan memandang penguatan kapabilitas pekerja dan budaya keberlanjutan sebagai faktor krusial di tengah dinamika industri energi. Ia menekankan bahwa transformasi energi pada hakikatnya adalah transformasi manusia. Oleh karena itu, akademi ini dirancang khusus untuk membekali para pekerja dengan kapabilitas yang relevan, mulai dari pemahaman dasar hingga kemampuan pengambilan keputusan strategis, guna menghadapi tantangan transisi energi dan mendukung implementasi Dual Growth Strategy.
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Lebih lanjut, penghargaan yang diraih pada ajang penganugerahan tahun 2026 ini dinilai sebagai dorongan semangat bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas program pelatihan. Kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi penting dalam mewujudkan transisi yang berkeadilan. Keberhasilan agenda transisi energi di Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat adopsi teknologi baru dilakukan, tetapi juga sangat bergantung pada kesiapan seluruh insan perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan industri yang dinamis.
Dari sisi pengembangan kapabilitas formal, akademi keberlanjutan milik Pertamina ini menghadirkan jalur pembelajaran berjenjang yang sangat terstruktur. Jalur pendidikan tersebut mencakup berbagai tingkatan, yang terdiri dari Mandatory Sustainability Training, Sustainability Awareness Program, Sustainability Accelerator Program, Sustainability Masterclass, hingga bermuara pada tingkat puncak yakni Sustainability Transcendence Forum. Setiap tahapan dirancang untuk memastikan bahwa materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan kompetensi di masing-masing level jabatan.
Selain pendekatan pembelajaran formal, perusahaan juga aktif mengembangkan berbagai program budaya untuk memperkuat internalisasi nilai-nilai lingkungan dan sosial di lingkungan kerja. Beberapa inisiatif budaya yang dihadirkan meliputi program Jejak Keberlanjutan, siniar atau podcast keberlanjutan, Sustainability Insight, serta berbagai materi komunikasi dan siaran rutin. Pendekatan kultural ini memastikan bahwa isu keberlanjutan tidak hanya dipahami sebatas materi pembelajaran di kelas, tetapi benar-benar bertransformasi menjadi pola pikir, perilaku sehari-hari, dan budaya kerja yang melekat pada setiap pekerja.
Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menambahkan bahwa prinsip keberlanjutan bukan lagi sekadar komitmen di atas kertas. Penguatan kapasitas sumber daya manusia harus selalu berjalan beriringan dengan pembangunan budaya agar prinsip tersebut dapat diterapkan secara konsisten. Ketika seluruh elemen di dalam perusahaan memiliki pemahaman, nilai, dan semangat yang seragam, maka implementasi lingkungan, sosial, dan tata kelola akan hadir secara nyata dalam setiap keputusan dan langkah bisnis strategis yang dijalankan oleh organisasi.
Melalui sinergi antara penguatan kapabilitas dan budaya yang berjalan beriringan, Pertamina terus berupaya membangun organisasi yang adaptif dalam menyongsong masa depan energi. Seluruh langkah strategis ini bermuara pada satu tujuan besar, yakni mendukung pencapaian target Net Zero Emission pada tahun 2060 atau bahkan lebih cepat. Pendekatan komprehensif ini diyakini akan memperkuat daya saing perusahaan, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang yang positif bagi masyarakat, kelestarian lingkungan hidup, dan perekonomian nasional.






