tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Ekonomi Hijau

Strategi Pertamina Perkuat Kapabilitas SDM dan Budaya ESG demi Transisi Energi

Wulan WijayaDiterbitkan 31 Jul 2026 - 05.42 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Strategi Pertamina Perkuat Kapabilitas SDM dan Budaya ESG demi Transisi Energi
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

PT Pertamina (Persero) terus mengambil langkah strategis dalam memperkuat implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai pilar utama transformasi bisnis berkelanjutan perusahaan. Komitmen kuat ini baru saja mendapatkan pengakuan bergengsi melalui Pertamina Sustainability Academy (PSA), yang sukses meraih Anugerah Utama Sektor Energi pada ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi nyata atas dedikasi Pertamina dalam membangun kapabilitas sumber daya manusia sekaligus menanamkan budaya keberlanjutan secara sistematis di seluruh lini operasional perusahaan.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer
Kehadiran Pertamina Sustainability Academy dirancang secara komprehensif sebagai program internalisasi keberlanjutan bagi seluruh Perwira Pertamina. Program edukasi ini menjangkau seluruh tingkatan pekerja, mulai dari level operasional hingga jajaran manajemen puncak, termasuk Direksi dan Dewan Komisaris. Melalui akademi ini, Pertamina mendorong peningkatan kompetensi pekerja agar penerapan prinsip ESG tidak sekadar berhenti pada pemenuhan aspek kepatuhan regulasi, melainkan terintegrasi utuh menjadi budaya kerja, landasan pengambilan keputusan, dan strategi bisnis jangka panjang.

Menteri Lingkungan Hidup, Moh. Jumhur Hidayat, memberikan pandangannya terkait pentingnya langkah strategis ini. Ia menegaskan bahwa penerapan prinsip tata kelola lingkungan dan sosial kini telah berkembang menjadi fondasi esensial dalam membangun daya saing perusahaan sekaligus menciptakan nilai yang berkelanjutan. Menurutnya, aspek keberlanjutan harus dipandang sebagai sebuah investasi strategis yang mampu mengubah sekadar kepatuhan menjadi keunggulan kompetitif di pasar global, serta menjadi fondasi bagi pertumbuhan bisnis yang tangguh dan bernilai bagi seluruh pemangku kepentingan.

Sejalan dengan hal tersebut, Senior Vice President Business Sustainability PT Pertamina (Persero), Wenny Ipmawan, menjelaskan bahwa perusahaan memandang penguatan kapabilitas pekerja dan budaya keberlanjutan sebagai faktor krusial di tengah dinamika industri energi. Ia menekankan bahwa transformasi energi pada hakikatnya adalah transformasi manusia. Oleh karena itu, akademi ini dirancang khusus untuk membekali para pekerja dengan kapabilitas yang relevan, mulai dari pemahaman dasar hingga kemampuan pengambilan keputusan strategis, guna menghadapi tantangan transisi energi dan mendukung implementasi Dual Growth Strategy.

Baca Juga

Masa Depan Industri Sawit Indonesia Bertumpu pada Keberlanjutan dan Hilirisasi

Masa Depan Industri Sawit Indonesia Bertumpu pada Keberlanjutan dan Hilirisasi

Lebih lanjut, penghargaan yang diraih pada ajang penganugerahan tahun 2026 ini dinilai sebagai dorongan semangat bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas program pelatihan. Kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi penting dalam mewujudkan transisi yang berkeadilan. Keberhasilan agenda transisi energi di Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat adopsi teknologi baru dilakukan, tetapi juga sangat bergantung pada kesiapan seluruh insan perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan industri yang dinamis.

Dari sisi pengembangan kapabilitas formal, akademi keberlanjutan milik Pertamina ini menghadirkan jalur pembelajaran berjenjang yang sangat terstruktur. Jalur pendidikan tersebut mencakup berbagai tingkatan, yang terdiri dari Mandatory Sustainability Training, Sustainability Awareness Program, Sustainability Accelerator Program, Sustainability Masterclass, hingga bermuara pada tingkat puncak yakni Sustainability Transcendence Forum. Setiap tahapan dirancang untuk memastikan bahwa materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan kompetensi di masing-masing level jabatan.

Selain pendekatan pembelajaran formal, perusahaan juga aktif mengembangkan berbagai program budaya untuk memperkuat internalisasi nilai-nilai lingkungan dan sosial di lingkungan kerja. Beberapa inisiatif budaya yang dihadirkan meliputi program Jejak Keberlanjutan, siniar atau podcast keberlanjutan, Sustainability Insight, serta berbagai materi komunikasi dan siaran rutin. Pendekatan kultural ini memastikan bahwa isu keberlanjutan tidak hanya dipahami sebatas materi pembelajaran di kelas, tetapi benar-benar bertransformasi menjadi pola pikir, perilaku sehari-hari, dan budaya kerja yang melekat pada setiap pekerja.

Baca Juga

Inisiatif Bioenergy Lestari Bawa Pertamina Raih Penghargaan Outstanding SDG Innovator 2026

Inisiatif Bioenergy Lestari Bawa Pertamina Raih Penghargaan Outstanding SDG Innovator 2026

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menambahkan bahwa prinsip keberlanjutan bukan lagi sekadar komitmen di atas kertas. Penguatan kapasitas sumber daya manusia harus selalu berjalan beriringan dengan pembangunan budaya agar prinsip tersebut dapat diterapkan secara konsisten. Ketika seluruh elemen di dalam perusahaan memiliki pemahaman, nilai, dan semangat yang seragam, maka implementasi lingkungan, sosial, dan tata kelola akan hadir secara nyata dalam setiap keputusan dan langkah bisnis strategis yang dijalankan oleh organisasi.

Melalui sinergi antara penguatan kapabilitas dan budaya yang berjalan beriringan, Pertamina terus berupaya membangun organisasi yang adaptif dalam menyongsong masa depan energi. Seluruh langkah strategis ini bermuara pada satu tujuan besar, yakni mendukung pencapaian target Net Zero Emission pada tahun 2060 atau bahkan lebih cepat. Pendekatan komprehensif ini diyakini akan memperkuat daya saing perusahaan, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang yang positif bagi masyarakat, kelestarian lingkungan hidup, dan perekonomian nasional.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Transisi EnergiPertaminaESGNet Zero EmissionSDMBisnis Berkelanjutan

Berita Terbaru Lainnya

Memantau Suksesi Kepemimpinan Gubernur Bank Indonesia dan Sinergi Sektor KeuanganRencana Pembangunan Jaringan Kereta Trans Sumatera dan Trans KalimantanCara Menyesuaikan Operasional Bisnis dengan Sistem Pengelolaan Sampah Baru DKI JakartaCara Menyikapi Gagal Bayar Arisan Online dan Menghindari Sanksi Pidana BeratKeamanan Kerja Sektor Jasa dan Batas Hukum Penagihan Utang di SurabayaPanduan Keselamatan Transportasi Logistik di Bandar Lampung, Pelajaran dari Insiden Kebakaran Mobil di Bypass Tanjung SenangFakta Lengkap Kasus Kebocoran Data KPK dan Pemerasan Bupati PemalangCara BPBD Kabupaten Bandung Mendistribusikan Bantuan Air Bersih di Tengah Kemarau Panjang

Paling Banyak Dibaca

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Finance

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

30 Jul 2026

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Ekonomi Digital

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

30 Jul 2026

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

Ekonomi & Bisnis

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

30 Jul 2026

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

Keamanan Digital

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

30 Jul 2026

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

Keuangan Digital

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

30 Jul 2026

Memantau Suksesi Kepemimpinan Gubernur Bank Indonesia dan Sinergi Sektor Keuangan

Ekonomi & Keuangan

Memantau Suksesi Kepemimpinan Gubernur Bank Indonesia dan Sinergi Sektor Keuangan

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Finance 路 30 Jul 2026
  2. 2Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
  3. 3Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani TebuEkonomi & Bisnis 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang KerjaKeamanan Digital 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh MandiriKeuangan Digital 路 30 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap