tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/BANTUAN SOSIAL

Subsidi Energi Masih Berbasis Komoditas, Begini Bahayanya Bagi RI

Lidya RumbayanDiterbitkan 29 Agu 2026 - 01.52 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Subsidi Energi Masih Berbasis Komoditas, Begini Bahayanya Bagi RI
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Skema subsidi dan kompensasi energi di Indonesia hingga saat ini masih melekat langsung pada komoditas, bukan dialokasikan berdasarkan masyarakat penerima manfaat. Mekanisme ini dinilai menyimpan risiko nyata terhadap stabilitas anggaran negara, terutama saat harga komoditas di pasar internasional berfluktuasi.

Principal Energy Shift Institute, Ahmad Zuhdi Dwi Kusuma, menilai ketergantungan pada subsidi berbasis barang membuat beban fiskal pemerintah rentan membengkak sewaktu-waktu. Ketika harga komoditas energi naik, pemerintah harus menanggung selisih biaya yang kian besar agar harga di tingkat konsumen tetap stabil, sehingga mempersempit ruang gerak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kenaikan Alokasi Anggaran Energi 2027

Kerentanan fiskal tersebut tecermin dari proyeksi belanja negara ke depan. Total rancangan anggaran subsidi energi untuk tahun 2027 disiapkan mencapai Rp272,94 triliun. Angka ini melonjak 20,1 persen dibandingkan dengan outlook tahun 2026 yang berada di kisaran Rp227,25 triliun.

Baca Juga

RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Pembengkakan alokasi anggaran terlihat pada tiga pos komoditas utama:

  • Subsidi Listrik: Mengalami kenaikan menjadi Rp130,1 triliun dari perkiraan realisasi 2026 sebesar Rp110,4 triliun. Kenaikan ini dipicu oleh naiknya biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik serta peningkatan volume listrik bersubsidi.
  • Subsidi LPG 3 Kg: Dianggarkan naik menjadi Rp114,1 triliun dari proyeksi 2026 sebesar Rp90,4 triliun, dengan volume konsumsi diasumsikan menyentuh 8.945,0 juta kg.
  • Subsidi BBM: Alokasi untuk BBM jenis tertentu, seperti Solar hingga Pertalite, dirancang sebesar Rp28,7 triliun. Nilai tersebut naik sekitar 8,71 persen dari angka outlook 2026 senilai Rp26,4 triliun.

Asumsi Volume dan Upaya Efisiensi Penyaluran

Di dalam rancangan asumsi anggaran 2027, besaran subsidi tetap untuk minyak solar dipatok Rp1.000 per liter. Dari sisi kuota, volume Jenis BBM Tertentu ditargetkan sebesar 19.558,5 ribu kiloliter untuk minyak solar dan 539,0 ribu kiloliter untuk minyak tanah.

Baca Juga

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Menghadapi tren peningkatan belanja subsidi, langkah pengetatan penyaluran mulai diterapkan. Penyaluran BBM bersubsidi diarahkan menggunakan skema registrasi konsumen pengguna. Langkah pendaftaran ini ditujukan untuk memetakan pembeli secara lebih terstruktur demi menekan kebocoran konsumsi dan meningkatkan efisiensi belanja energi negara.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

subsidi energi

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap