Tentara Nasional Indonesia (TNI) membuka kesempatan untuk merekrut anggota suku Dayak pedalaman menjadi prajurit TNI. Rencana tersebut dibahas langsung dalam rapat bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di kediamannya di Hambalang pada Sabtu (29/8) malam.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo mengumpulkan jajaran pimpinan militer dan menteri terkait guna meminta laporan perkembangan mengenai beberapa agenda strategis pemerintah. Salah satu topik utama yang dibahas adalah penyesuaian syarat perekrutan bagi masyarakat suku Dayak pedalaman yang memiliki keinginan untuk bergabung menjadi prajurit TNI.
Pertemuan Strategis di Hambalang
Rapat terbatas yang digelar di Hambalang tersebut dihadiri oleh tiga menteri kabinet, Panglima TNI, serta para Kepala Staf Angkatan. Jajaran menteri yang hadir antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Selain itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indrawijaya turut mendampingi dalam agenda pembahasan tersebut.
Serda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus Dihilangkan

Selain mendengarkan pembaruan mengenai penyesuaian kriteria seleksi prajurit dari suku Dayak pedalaman, Presiden Prabowo juga meminta laporan terkait perkembangan penanganan sejumlah bencana alam di berbagai wilayah Indonesia. Bencana yang menjadi perhatian mencakup pemulihan pascagempa bumi di Flores, mitigasi erupsi Gunung Merapi, hingga langkah penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah Kalimantan dan Sumatra.
Edukasi Pencegahan Karhutla oleh Babinsa
Mengenai isu kebakaran hutan dan lahan, Presiden Prabowo menekankan pentingnya peran aparat kewilayahan dalam menjaga lingkungan. Presiden menyampaikan keinginannya agar para Bintara Pembina Desa (Babinsa) aktif memberikan edukasi secara langsung kepada warga di tingkat desa mengenai bahaya pembakaran hutan.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Langkah penyuluhan dan edukasi oleh Babinsa tersebut ditujukan agar masyarakat bersama-sama menjaga dan melestarikan hutan serta lahan di Indonesia guna mencegah meluasnya titik api serta dampak negatif karhutla di masa mendatang.






