PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan total pembagian dividen sepanjang tahun kalender 2026 mencapai sekitar Rp50,63 triliun. Jumlah dividen yang dibagikan oleh emiten berkode saham BMRI tersebut setara dengan Rp542,95 per saham.
Total nilai dividen tersebut berasal dari dua pos pembagian dividen. Rinciannya, dividen untuk tahun buku 2025 tercatat sebesar Rp44,47 triliun atau setara dengan Rp476,95 per saham, serta dividen interim untuk tahun buku 2026 yang mencapai Rp6,16 triliun atau setara dengan Rp66 per saham.
Kinerja Kredit dan Dana Pihak Ketiga Menopang Laba
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai bahwa pembagian dividen interim Bank Mandiri sebesar Rp6,16 triliun atau Rp66 per saham tersebut merupakan cerminan dari kuatnya kapasitas profitabilitas perseroan. Di samping itu, kucuran dividen tersebut turut memperlihatkan solidnya kapasitas permodalan yang dimiliki oleh perseroan.
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Kuatnya fundamental keuangan emiten perbankan pelat merah ini ditopang oleh kinerja operasional yang solid. Bank Mandiri berhasil membukukan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 17,6 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY).
Pertumbuhan seimbang juga terjadi pada pos pendanaan, di mana penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri tumbuh sebesar 17,6 persen YoY. Kinerja intermediasi yang positif pada sisi pembiayaan dan simpanan nasabah tersebut secara langsung menopang pertumbuhan laba bersih perseroan yang mengalami kenaikan sebesar 22,3 persen YoY.
Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Kualitas Aset Tetap Terjaga
Selain mencetak pertumbuhan pada fungsi intermediasi dan perolehan laba bersih, Bank Mandiri juga mampu menjaga tingkat risiko portofolio pembiayaannya secara optimal.
Hal ini terlihat dari kualitas aset perseroan yang tetap terjaga baik, dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross berada pada posisi level 1 persen. Kombinasi antara pertumbuhan laba, ekspansi pembiayaan, penghimpunan DPK, serta pengelolaan kualitas aset ini menjadi pilar utama di balik kemampuan Bank Mandiri mendistribusikan dividen kepada para pemegang saham.






