tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Ekonomi & Bisnis

Tren Penurunan Produksi Minyak Kayu Putih Indonesia dan Dampaknya pada Industri

Sri NugrohoDiterbitkan 2 Agu 2026 - 08.01 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Tren Penurunan Produksi Minyak Kayu Putih Indonesia dan Dampaknya pada Industri
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Minyak kayu putih merupakan salah satu komoditas hasil hutan bukan kayu yang diproduksi di Indonesia. Komoditas hasil hutan bukan kayu ini memegang peranan sebagai bahan baku penting bagi berbagai sektor industri di Tanah Air. Beberapa sektor yang sangat bergantung pada pasokan komoditas ini meliputi industri farmasi, industri kesehatan, hingga industri pembuatan produk perawatan rumah tangga. Ketersediaan pasokan yang stabil sangat dibutuhkan agar proses produksi pada industri farmasi, kesehatan, dan produk perawatan rumah tangga dapat berjalan dengan baik. Namun, berdasarkan catatan dari Badan Pusat Statistik (BPS), sektor komoditas ini sedang menghadapi tantangan seiring dengan adanya tren penurunan volume produksi di Indonesia.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Berdasarkan data resmi yang dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS), produksi minyak kayu putih di Indonesia terus menunjukkan tren penurunan dari periode ke periode. Sebelum memasuki tahun 2022, produksi minyak kayu putih nasional tercatat berada di angka 67/52 ton. Angka produksi komoditas hasil hutan bukan kayu tersebut kemudian mengalami penurunan pada tahun 2022. Pada periode tahun 2022 tersebut, total produksi minyak kayu putih Indonesia merosot menjadi 64.133,04 ton. Penurunan volume produksi dari angka sebelumnya menjadi 64.133,04 ton ini menjadi catatan penting bagi ketersediaan bahan baku untuk industri farmasi, kesehatan, dan produk perawatan rumah tangga di Indonesia.

Tren penurunan produksi minyak kayu putih di Indonesia ternyata berlanjut dan makin merosot pada tahun berikutnya. Pada tahun 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa volume produksi minyak kayu putih nasional semakin turun tajam dengan produksi hanya mencapai 41.990,93 ton. Penurunan produksi yang sangat drastis menjadi 41.990,93 ton pada tahun 2023 ini mempertegas adanya tren penyusutan produksi minyak kayu putih Indonesia. Kondisi penurunan volume produksi dari tahun 2022 ke tahun 2023 ini memengaruhi ketersediaan bahan baku penting bagi industri farmasi, industri kesehatan, hingga produk perawatan rumah tangga yang sangat bergantung pada komoditas hasil hutan bukan kayu tersebut.

Baca Juga

Penyelesaian Tol Palembang-Betung dan Betung-Tempino-Jambi Dikebut untuk Perkuat Ekonomi Sumatra

Penyelesaian Tol Palembang-Betung dan Betung-Tempino-Jambi Dikebut untuk Perkuat Ekonomi Sumatra

Terdapat beberapa faktor utama yang diidentifikasi menjadi pemicu merosotnya hasil produksi minyak kayu putih di Indonesia. Berdasarkan analisis dari pakar komoditas, faktor pertama yang memengaruhi penurunan ini adalah perubahan cuaca. Perubahan cuaca tersebut tidak hanya mengganggu proses produksi komoditas hasil hutan bukan kayu ini, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas minyak kayu putih yang dihasilkan. Selain kendala perubahan cuaca yang mengganggu proses produksi maupun kualitas minyak, masalah teknologi juga menjadi hambatan bagi para produsen. Kurangnya teknologi penyulingan membuat produksi minyak kayu putih tidak maksimal, sehingga volume yang dihasilkan terus mengalami tren penurunan.

Kondisi tren penurunan produksi minyak kayu putih Indonesia yang dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini menjadi perhatian dan diulas secara mendalam dalam sebuah program televisi. Fenomena anjloknya produksi komoditas hasil hutan bukan kayu ini dibahas melalui program Squawk Box yang disiarkan oleh saluran CNBC Indonesia. Ulasan mengenai analisa penyebab turunnya produksi minyak kayu putih RI tersebut dipandu secara langsung oleh Andi Shalini. Dalam ulasan tersebut, Andi Shalini berdiskusi bersama Emmanuela Bungasmara Ega Tirta, yang bertindak sebagai Commodity Expert CNBC Indonesia.

Baca Juga

Panduan Mitigasi Dampak Ekstremitas Iklim El Nino bagi Sektor Ekonomi Global

Panduan Mitigasi Dampak Ekstremitas Iklim El Nino bagi Sektor Ekonomi Global

Segmen analisa mengenai penyebab turunnya produksi minyak kayu putih RI bersama Commodity Expert CNBC Indonesia, Emmanuela Bungasmara Ega Tirta, dalam program Squawk Box tersebut ditayangkan pada hari Jumat, 31 Juli 2026. Melalui ulasan Andi Shalini dan Emmanuela Bungasmara Ega Tirta di CNBC Indonesia, ditekankan kembali bahwa kurangnya teknologi penyulingan serta perubahan cuaca menjadi faktor utama yang membuat produksi tidak maksimal. Mengingat minyak kayu putih adalah bahan baku penting bagi industri farmasi, kesehatan, hingga produk perawatan rumah tangga, pemantauan terhadap data produksi di Indonesia tetap menjadi hal yang esensial di tengah tren penurunan ini.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

CNBC IndonesiaKomoditasBPSMinyak Kayu PutihIndustri Farmasi

Berita Terbaru Lainnya

Cara Memahami Prosedur Hukum Penggeledahan Kasus TPPU di IndonesiaManajemen Risiko Bisnis Wahana Hiburan Temporer Berkaca dari Insiden TulungagungPenyelesaian Tol Palembang-Betung dan Betung-Tempino-Jambi Dikebut untuk Perkuat Ekonomi SumatraPanduan Mitigasi Dampak Ekstremitas Iklim El Nino bagi Sektor Ekonomi GlobalMemaksimalkan Peluang Bisnis dan Investasi Properti di Kawasan TOD JakartaProsedur Hukum dan Penyidikan Tindak Pidana Pencucian Uang dalam Kasus Tersangka FACara Memanfaatkan Peluang Ekonomi dari Pengoperasian K-SIGN Rote NdaoInvestigasi Kebakaran Hotel Pullman Jakarta Barat dan Kronologi Penanganan

Paling Banyak Dibaca

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  2. 2Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap