Insiden tumpahan oli terjadi di Jalan Margonda Raya, Kota Depok, pada Selasa (1/9/2026) sore. Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah pengendara sepeda motor tergelincir dan terjatuh, hingga mengakibatkan tiga orang mengalami luka-luka.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan lampu merah Ramanda, Jalan Margonda Raya, Depok, yang mengarah ke Citayam. Ceceran cairan licin tersebut membuat jalanan menjadi berbahaya bagi para pengguna jalan yang melintas pada jam sibuk.
Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Tessy Haryati, membenarkan adanya peristiwa tumpahan oli tersebut. Pihaknya menerima laporan mengenai sejumlah kendaraan yang mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan yang licin.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, terdapat empat kendaraan yang terjatuh di lokasi kejadian. Dari korban yang terdampak, satu unit sepeda motor dan dua orang yang mengalami luka parah langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bunda Margonda guna mendapatkan penanganan medis.
Tessy menambahkan bahwa tumpahan oli tidak hanya berada di satu titik. Pihak damkar mencatat terdapat dua tempat kejadian perkara (TKP) di sepanjang Jalan Margonda Raya, yakni di persimpangan lampu merah Ramanda dan di area kolong flyover Universitas Indonesia (UI).
Untuk menangani ceceran oli yang membahayakan keselamatan berkendara, dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan langsung ke lokasi. Petugas pemadam kebakaran membersihkan permukaan jalan dengan cara menyemprotkan air guna melarutkan dan menyingkirkan oli yang menempel pada aspal.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Imbas dari insiden dan proses pembersihan jalan tersebut memicu penumpukan arus kendaraan. Kemacetan parah mulai terlihat sekitar pukul 19.00 WIB, membentang dari lampu merah Margonda menuju arah lampu merah Ramanda atau ke arah Jalan Arif Rahman Hakim, dengan kondisi pengendara dari berbagai arah saling mendahului.
Untuk mengurai antrean kendaraan dan mengendalikan situasi di lapangan, sejumlah personel kepolisian bersama petugas Dinas Perhubungan berada di lokasi guna mengatur arus lalu lintas.






