tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Afiliasi

Upaya Yayasan Astra Memperkuat Rantai Pasok Otomotif dan Kompetensi Vokasi Melalui UMKM

Ance ManoppoDiterbitkan 6 Agu 2026 - 15.20 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Upaya Yayasan Astra Memperkuat Rantai Pasok Otomotif dan Kompetensi Vokasi Melalui UMKM
Foto/Ilustrasi: Tempo
A-A+

Ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026, menjadi momentum penting bagi perkembangan ekosistem otomotif nasional. Dalam pameran otomotif tersebut, Yayasan Astra turut berpartisipasi aktif dengan memamerkan berbagai program pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sumber daya manusia. Sinergi ini ditunjukkan melalui kolaborasi antara Yayasan Astra - Yayasan Dharma Bhakti Astra (Yayasan Astra - YDBA) dan ASTRAtech yang berada di bawah naungan Yayasan Astra - Yayasan Astra Bina Ilmu (Yayasan Astra - YABI).

Pada hari Selasa, 4 Agustus 2026, Yayasan Astra menggelar konferensi pers di booth mereka yang bertempat di Selasar Convention Hall, Hall Nusantara, ICE BSD. Mengusung tema Yayasan Astra Dukung Ekosistem Industri Otomotif, kegiatan ini juga menarik perhatian pejabat negara. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita tercatat melakukan kunjungan langsung ke booth Yayasan Astra guna meninjau kontribusi nyata yayasan tersebut dalam memperkuat industri lokal.

Berikut adalah tanya jawab mengenai program pembinaan UMKM dan peningkatan kompetensi tenaga kerja yang dijalankan oleh Yayasan Astra untuk memperkuat ekosistem otomotif di Indonesia.

Bagaimana peran Yayasan Astra - YDBA dalam rantai pasok industri otomotif?

Ketua Pengurus Yayasan Astra - YDBA, Rahmat Samulo, menjelaskan bahwa keberlangsungan industri otomotif nasional harus didukung oleh rantai pemasok yang kuat, mulai dari Tier 1, Tier 2, Tier 3, hingga Tier 4. Peran utama Yayasan Astra - YDBA adalah menyiapkan usaha-usaha kecil agar mereka bisa menjadi pembuat komponen di level Tier 2, Tier 3, atau Tier 4. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, sebanyak 400 perusahaan binaan berhasil masuk ke dalam rantai pasok industri komponen otomotif. Pada tahun 2025, perusahaan-perusahaan binaan ini sukses menghasilkan sekitar 1.700 jenis komponen dengan total nilai transaksi mencapai Rp 5 triliun.

Baca Juga

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Apa contoh konkret keberhasilan UMKM setelah mendapatkan pembinaan dari Yayasan Astra - YDBA?

Salah satu contoh nyata dari program pembinaan ini adalah perkembangan PT Arkha Industries Indonesia. Perusahaan yang didirikan pada tahun 2014 ini pada awalnya hanya memiliki 60 karyawan dengan omzet bulanan berkisar antara Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. Setelah mendapat pembinaan dari Yayasan Astra - YDBA pada tahun 2022, perusahaan mampu masuk ke rantai pasok Astra melalui PT Astra Komponen Indonesia (ASKI). Kini, omzet bulanan perusahaan meningkat menjadi sekitar Rp 8,5 miliar, didukung oleh 310 orang karyawan serta luas area produksi yang mencapai 17.000 meter persegi. Rahmat Samulo juga menekankan bahwa proses pembinaan ini membutuhkan waktu, dan tingkat keberhasilan setiap usaha binaan dapat berbeda bergantung pada kemampuan menjaga kualitas dan konsistensi sesuai standar industri.

Bagaimana rencana pengembangan program pembinaan UMKM ke depan?

Selain berfokus pada industri komponen otomotif, Yayasan Astra - YDBA berencana untuk memperluas jangkauan program pembinaannya ke beberapa sektor baru. Sektor-sektor tersebut meliputi bengkel umum roda empat, kerajinan, kuliner, serta pertanian. Untuk mendukung ekspansi ini, Yayasan Astra - YDBA juga tengah mengembangkan program Training for Trainers yang dirancang khusus untuk mencetak lebih banyak pembina UMKM yang kompeten.

Baca Juga

Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Bagaimana ASTRAtech meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang otomotif?

Di sisi pengembangan sumber daya manusia, Direktur ASTRAtech Henri Paul menerapkan metode pendidikan vokasi yang disebut ASTRAtech Dual System. Guna meningkatkan kualitas kompetensi tenaga vokasi di bidang otomotif, ASTRAtech menjalankan program Meister. Program sertifikasi berstandar Jerman ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan HWK Koblenz, ZDK, dan AHK-EKONID. Kurikulum program Meister mencakup proses pembelajaran selama 400 jam yang mengacu pada standar Jerman. Hingga saat ini, ASTRAtech telah meluluskan 69 peserta melalui program sertifikasi tersebut.

Apa dampak program Meister terhadap karier dan kemandirian para lulusannya?

Program Meister dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan yang memungkinkan mereka membuka usaha sendiri, membimbing peserta magang, atau menjadi tenaga pendidik. Salah satu contoh lulusan program Meister adalah Wisnu Prasetyo yang kini bekerja sebagai Workshop Supervisor di BMW Astra Serpong. Peningkatan kompetensi ini memberikan bekal penting bagi tenaga kerja lokal untuk bersaing secara profesional di industri otomotif maupun berwirausaha secara mandiri.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

UMKMGIIAS 2026VokasiEkosistem OtomotifYayasan Astra

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

PINJAMAN ONLINE

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

24 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap