tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Berita Internasional

Update Terkini Banjir Bandang Nepal, Korban Bertambah-Ada Bahaya Baru

Wahyu SuryaniDiterbitkan 29 Agu 2026 - 10.18 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Update Terkini Banjir Bandang Nepal, Korban Bertambah-Ada Bahaya Baru
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Bencana banjir bandang dahsyat yang melanda kawasan Himalaya terus mencatatkan peningkatan jumlah korban. Peristiwa yang dipicu oleh runtuhnya gletser pada hari Rabu ini mengirimkan gelombang material batu, es, dan lumpur pekat ke sistem sungai perbatasan, memicu kerusakan parah di wilayah Nepal hingga Tibet, China.

Data terkini mencatat sedikitnya 579 orang meninggal dunia di Nepal dan tujuh korban jiwa dilaporkan di wilayah Tibet. Selain itu, kepolisian India menemukan 10 jenazah di tiga titik aliran sungai yang bermuara dari Nepal di negara bagian Uttar Pradesh. Jumlah korban hilang pun melonjak tajam; otoritas penanggulangan bencana Nepal pada hari Jumat melaporkan sebanyak 1.924 orang masih dalam pencarian. Di Gyirong County, Tibet, stasiun televisi CCTV melaporkan 558 orang hilang. Dari total korban yang belum ditemukan, sedikitnya 540 orang merupakan warga negara asing, yang sebagian besar merupakan peziarah Hindu asal India.

Ancaman Danau Glasial dan Hambatan Evakuasi

Operasi pencarian di lapangan menghadapi rintangan berat akibat munculnya ancaman hidrologis baru. Banjir bandang membentuk danau tampungan darurat yang meluap ke Sungai Lhende Khola dan Trishuli pada hari Jumat. Luapan air ini sempat memicu alarm bahaya dan menghentikan proses evakuasi selama kurang lebih tiga jam. Para ahli mengkhawatirkan stabilitas kawasan tersebut karena terdapat lebih dari 100 danau glasial lain yang berpotensi memicu bahaya lanjutan.

Baca Juga

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Palang Merah memperkirakan dampak bencana ini telah menyentuh lebih dari 90.000 jiwa. Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Stephane Dujarric, menyebutkan sekitar 20.000 rumah tangga sangat membutuhkan bantuan pangan, sementara lebih dari 50.000 warga memerlukan pasokan air bersih mendesak.

Di wilayah perbatasan China, tim penyelamat yang membawa 21 personel dan seekor anjing pelacak berhasil menembus medan terjal untuk mencapai kompleks Gyirong pada hari Jumat. Titik perbatasan ini memegang peranan strategis dalam jaringan Belt and Road China menuju Asia Selatan, dan telah ditinjau langsung oleh Perdana Menteri China Li Qiang pada Kamis sore.

Baca Juga

Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Meskipun delapan negara鈥攖ermasuk India, China, Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Sri Lanka, dan Bangladesh鈥攖elah mengajukan izin untuk menerjunkan tim SAR, pemerintah Nepal menyatakan bahwa hingga kini pihaknya belum membutuhkan bantuan operasi pencarian dan penyelamatan dari pihak luar.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Nepal

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap