Total Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Juli 2026 tercatat mengalami kenaikan tipis menjadi US$ 454,8 miliar, naik dari posisi bulan sebelumnya yang sebesar US$ 454,5 miliar. Laporan Bank Indonesia yang dirilis pada Rabu (16/9/2026) menunjukkan bahwa secara tahunan, posisi ULN Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,9% (yoy). Di balik kenaikan agregat tersebut, terjadi pergeseran komposisi valuta; kewajiban dalam mata uang dolar Amerika Serikat (AS) tercatat menyusut dan berpindah ke sejumlah mata uang asing lainnya.
Berdasarkan data Bank Indonesia, porsi ULN dalam bentuk dolar AS turun menjadi US$ 270,65 miliar dari posisi bulan sebelumnya sebesar US$ 271,95 miliar. Penurunan tidak hanya terjadi pada mata uang negeri Paman Sam, tetapi juga pada utang berdenominasi rupiah yang terkoreksi menjadi setara US$ 92,61 miliar dari US$ 93,59 miliar. Penurunan lainnya juga terlihat pada instrumen dalam mata uang franc Swiss yang melandai ke angka US$ 138 juta dari sebelumnya US$ 151 juta.
Pergeseran ke Euro, Yuan, dan Mata Uang Asia-Pasifik
Menyusutnya porsi dolar AS beriringan dengan naiknya penarikan dan saldo kewajiban dalam beberapa valuta utama Eropa dan Asia. Lonjakan yang cukup signifikan terjadi pada utang berdenominasi euro dan yuan China.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

ULN dalam mata uang euro kini mencapai US$ 42,21 miliar, meningkat dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang berada di level US$ 41,3 miliar. Porsi utang dalam denominasi yuan China juga mengalami kenaikan cukup tajam, kini menyentuh US$ 19,35 miliar dari sebelumnya hanya setara US$ 17,98 miliar.
Selain kedua valuta tersebut, eksposur utang dalam mata uang kawasan Asia-Pasifik lainnya juga bergerak naik. Denominasi yen Jepang meningkat menjadi US$ 17,95 miliar dari sebelumnya US$ 17,77 miliar. Kenaikan serupa dicatatkan oleh dolar Singapura yang naik menjadi US$ 8,88 miliar dari US$ 8,58 miliar, serta dolar Australia yang terdongkrak tipis ke posisi US$ 1,55 miliar dari sebelumnya US$ 1,51 miliar.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Perubahan struktur denominasi ini menggambarkan pergeseran portofolio pinjaman luar negeri yang kian terdiversifikasi melampaui mata uang dolar AS.






