Pemerintah Provinsi Lampung mematok target ambisius untuk membenahi konektivitas transportasi darat di wilayahnya. Pemprov Lampung menargetkan 92% jalan provinsi yang rusak dapat tuntas diperbaiki hingga tahun 2029. Langkah akselerasi ini disiapkan guna memperkuat kelancaran rantai pasok dan mobilitas komoditas unggulan daerah.
Kebutuhan perbaikan infrastruktur jalan di Lampung dinilai mendesak menyusul masih rendahnya kemantapan jalur logistik tingkat lokal. Berdasarkan data terkini, kondisi jalan desa yang masuk kategori mantap baru mencapai 30%. Sementara itu, ruas jalan kabupaten dan kota di Lampung yang berada dalam kondisi mantap baru berada di angka 48%.
Kondisi jalur perhubungan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi aktivitas ekonomi Lampung yang tengah mencatatkan laju ekspansi positif. Data Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada Triwulan II 2026 mampu tumbuh 5,29% secara tahunan (year-on-year/yoy). Capaian ini menempatkan Lampung di posisi kedua tertinggi untuk pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatra.
Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Fondasi Sektor Riil dan Arus Wisatawan
Kinerja ekonomi Lampung ditopang kuat oleh sektor primer, khususnya sektor pertanian dan perkebunan dengan komoditas andalan berupa padi, jagung, serta singkong. Kinerja positif ini merembet ke sektor industri pengolahan serta perdagangan, yang dipicu oleh peningkatan volume produksi pada penggilingan padi, industri gula, dan pengolahan tapioka.
Upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga komoditas pangan juga turut berfungsi sebagai mesin penggerak konsumsi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi regional. Di sisi lain, diversifikasi sumber pertumbuhan mulai terlihat dari lonjakan sektor pariwisata. Sepanjang tahun 2025, sektor pelancongan Lampung melonjak hampir 60% (yoy) dengan catatan kunjungan mencapai 27 juta wisatawan nusantara.
MNK Rokan, Tonggak Baru Pertamina Kembangkan Migas Non Konvensional

Untuk menjaga momentum tersebut, Pemprov Lampung terus mendorong agenda hilirisasi komoditas dan pembukaan keran investasi baru sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang. Pemenuhan target perbaikan 92% jalan pada 2029 diharapkan menjadi katalis kunci agar arus distribusi produk pertanian dan industri pengolahan tidak terhambat kendala fisik di lapangan.






