Sebuah rekaman video yang memperlihatkan armada Biskita Transpakuan melaju di jalan rusak di kawasan Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, viral di media sosial. Kondisi permukaan jalan yang rusak tersebut membuat laju bus tampak oleng dan menyebabkan para penumpang di dalamnya terombang-ambing.
Dalam rekaman video yang beredar pada Kamis (3/9/2026), bus Biskita dengan tulisan trayek Terminal Bubulak terlihat memasuki area Terminal Baranangsiang melalui jalur akses belakang terminal. Kendaraan tersebut terus bergerak melintasi jalan yang rusak meski badan bus bergoyang-goyang. Dari balik kaca jendela, para penumpang terlihat ikut oleng dan harus berpegangan erat pada besi pegangan tangan bus demi menjaga keseimbangan.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bogor, Dody Wahyudin, mengonfirmasi bahwa insiden bus yang bergoyang tersebut memang terjadi di dalam area Terminal Baranangsiang. Ia menjelaskan bahwa operasional serta pengelolaan Terminal Baranangsiang sepenuhnya berada di bawah wewenang pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

"Itu di dalam Terminal Baranangsiang. Dalam terminal itu (kejadiannya). Itu Terminal Baranangsiang dalam pengelolaan pusat/Kemenhub," ujar Dody saat dimintai konfirmasi.
Menanggapi ramainya sorotan publik terhadap fasilitas tersebut, Wali Kota Bogor Dedie A Rachim turut memberikan penjelasan mengenai status terminal. Dedie menegaskan bahwa kawasan Terminal Baranangsiang merupakan aset sekaligus berada di bawah kewenangan langsung Kementerian Perhubungan.
Dedie menuturkan bahwa Pemerintah Kota Bogor sebelumnya telah mengajukan permohonan resmi kepada Kemenhub agar segera merevitalisasi Terminal Baranangsiang yang menyandang status terminal tipe 1 tersebut. Langkah perbaikan dinilai penting demi menjaga kenyamanan serta keselamatan operasional angkutan umum dan penumpang.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Di samping mendorong percepatan revitalisasi oleh pemerintah pusat, Dedie menyampaikan usulan alternatif agar pengelolaan terminal diserahkan kepada pemerintah daerah apabila Kemenhub belum mengambil langkah perbaikan nyata.
"Pemkot berharap bila belum ada langkah yang signifikan dari Kementerian Perhubungan, sebaiknya Pemkot diberikan kesempatan untuk mengelola Terminal Baranangsiang," ungkap Dedie.






