Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa meninjau langsung wilayah terdampak krisis air bersih di Desa Slangit, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Minggu (30/8/2026). Kunjungan kerja ini dilakukan guna merespons kondisi kekeringan ekstrem yang melanda kawasan tersebut dan menyalurkan bantuan darurat bagi warga setempat.
Dalam peninjauan tersebut, Saan didampingi oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Mayjen TNI (Purn.) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, Bupati dan Wakil Bupati Cirebon, jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, serta aparat pemerintah desa.
Berdasarkan data kekeringan tahun 2026 di Kabupaten Cirebon, fenomena kekeringan ekstrem tercatat melanda enam kecamatan. Total warga terdampak di kabupaten ini mencapai 8.137 jiwa atau 3.323 kepala keluarga (KK) yang membutuhkan pasokan air bersih. Desa Slangit menjadi salah satu titik paling kritis, dengan sekitar 4.000 warga terdampak langsung oleh ketiadaan akses air bersih yang telah berlangsung lama. Keterbatasan sumber air bahkan memaksa sebagian masyarakat memanfaatkan air sungai atau saluran irigasi dengan mutu yang tidak layak untuk mandi dan mencuci.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Untuk meredam dampak darurat, disalurkan sejumlah bantuan langsung ke lokasi, mencakup armada mobil tangki air bersih, toren penampungan air, dan unit mesin pompa air.
Solusi Jangka Panjang dan Infrastruktur Permanen
Selain memberikan intervensi logistik jangka pendek, Saan Mustopa鈥攜ang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai NasDem鈥攎endorong integrasi program antara DPR RI, Kementerian PU melalui Ditjen SDA, dan Pemerintah Kabupaten Cirebon guna menuntaskan persoalan air bersih secara struktural.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Dirjen SDA Arnold Ritiauw menyampaikan bahwa pihaknya telah menyusun sejumlah skema teknis untuk menangani krisis air secara permanen di Desa Slangit. Rencana pembangunan infrastruktur ke depan meliputi pembuatan sumur bor dalam dengan kedalaman melampaui 185 meter, instalasi sistem toren bertenaga panel surya, penyediaan mesin penyaring guna mengolah air baku menjadi air bersih layak pakai, serta pembangunan akses jalan penghubung desa guna memperlancar distribusi pasokan air dan mobilitas masyarakat.






