Pihak kepolisian mengungkap kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan seorang wanita berinisial K (18) di sebuah warung mi ayam di kawasan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Peristiwa kekerasan tersebut terjadi pada Sabtu (12/9) malam sekitar pukul 23.30 WIB.
Kapolsek Babelan Kompol Wito menjelaskan bahwa kejadian bermula saat korban K datang ke warung mi ayam tersebut untuk menemui seorang pria berinisial AK. Berdasarkan narasi yang beredar di media sosial, pertemuan antara korban dan pelaku awalnya disepakati melalui sebuah aplikasi pesan singkat.
Namun, saat keduanya bertemu langsung di lokasi, terjadi percekcokan di antara mereka. Perselisihan tersebut diduga dipicu oleh masalah tarif prostitusi, di mana terdapat ketidaksesuaian antara harga yang telah disepakati sebelumnya dan jumlah uang yang dibayarkan. Perdebatan itu kemudian memanas hingga pelaku melakukan tindakan kekerasan fisik secara brutal terhadap korban.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Insiden penganiayaan tersebut memicu kegaduhan hingga terdengar oleh orang-orang di sekitar lokasi. Sejumlah saksi yang berada di area tersebut mengaku sempat mendengar suara teriakan dari dalam warung mi ayam. Menyadari adanya kejanggalan, saksi bersama warga sekitar langsung bergegas masuk ke lokasi kejadian untuk mencari tahu situasi di dalam warung.
Saat mendapati tindak penganiayaan di lokasi, warga bergerak cepat untuk menahan pria yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Pria terduga pelaku berhasil diamankan di tempat kejadian perkara sebelum sempat melarikan diri atau meninggalkan lokasi.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Pada saat yang sama, warga segera melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian melalui nomor hotline layanan 110. Petugas kepolisian yang menerima aduan langsung bergerak ke lokasi untuk menangani situasi dan mengamankan terduga pelaku yang telah ditangkap oleh warga.
Sementara itu, korban yang mengalami luka-luka langsung dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis. Korban sempat mendapatkan penanganan pertama di fasilitas kesehatan terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit. Namun, akibat luka parah yang dialaminya, pihak medis menyatakan korban berinisial K meninggal dunia. Kasus ini kini berada dalam penanganan pihak kepolisian guna pengusutan lebih lanjut.






