PT XTB Indonesia Berjangka resmi meluncurkan layanan perdagangan kontrak untuk perbedaan atau contracts for difference (CFD) menyusul diterbitkannya izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Melalui pembaruan ini, para pengguna di Indonesia dapat memperdagangkan CFD berbasis komoditas secara langsung lewat aplikasi XTB.
Instrumen CFD yang kini tersedia mencakup emas, perak, minyak, paladium, dan gas alam. Langkah ekspansi ini melengkapi portofolio instrumen investasi yang sebelumnya telah dihadirkan perusahaan, yakni akses ke lebih dari 650 saham Amerika Serikat, exchange-traded fund (ETF) global, serta fitur Investment Plan untuk portofolio jangka panjang terstruktur.
Perluasan Portofolio dan Edukasi Risiko Derivatif
Direktur Utama PT XTB Indonesia Berjangka, Jodhi Gahara Aji, menyampaikan bahwa penambahan produk ini bertujuan memberikan variasi instrumen yang lebih beragam bagi para pelaku pasar di tanah air. Di sisi lain, instrumen CFD memiliki karakteristik risiko yang berbeda dibandingkan investasi langsung pada saham maupun ETF karena menggunakan sistem leverage (daya ungkit).
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Untuk mengimbangi kompleksitas risiko tersebut, perusahaan menyediakan fitur edukasi dan modul kursus interaktif di dalam platform. Materi ini ditujukan agar para investor maupun trader dapat mempelajari mekanisme kerja instrumen derivatif beserta manajemen risikonya sebelum menempatkan modal.
Tren Pertumbuhan Akun dan Dana Kelolaan
Peluncuran CFD dilakukan di tengah tren kenaikan aktivitas transaksi pengguna lokal. Berdasarkan data internal perusahaan, jumlah akun terdanai (funded accounts) di XTB Indonesia melonjak 741,51% pada semester I-2026 dibandingkan dengan semester II-2025. Posisi setoran bersih kumulatif (net deposit) juga mencatatkan pertumbuhan hingga 600% pada Juni 2026 jika dibandingkan dengan posisi Desember 2025.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Secara global, aplikasi XTB telah digunakan oleh hampir 3 juta nasabah di berbagai negara. CEO XTB Omar Arnaout menilai Indonesia sebagai salah satu pasar dengan potensi pertumbuhan paling menjanjikan dalam strategi ekspansi perusahaan.
Operasional broker ini di tanah air dijalankan melalui PT XTB Indonesia Berjangka di bawah kerangka pengawasan BAPPEBTI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi pasar berjangka nasional.






