Operasi pencarian terhadap rombongan yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal di perairan Selat Sunda telah memasuki babak baru setelah berlangsung selama sepekan. Rombongan tersebut dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9) pukul 15.04 WIB saat melakukan perjalanan peliputan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Hingga hari ketujuh operasi pada Senin (14/9), tim SAR gabungan belum menemukan keberadaan delapan korban maupun kapal yang mereka tumpangi. Berdasarkan evaluasi dan koordinasi bersama Gubernur setempat, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengonfirmasi bahwa masa pencarian resmi diperpanjang selama tiga hari ke depan.
Titik Kontak Terakhir dan Sektor Pencarian
Pelacakan teknis yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat koordinat terakhir rombongan terdeteksi di sekitar area Pulau Sebesi pada 7 September. Pelacakan ini dilakukan melalui koordinasi dengan tiga operator seluler untuk memantau sinyal Base Transceiver Station (BTS) di pesisir Banten dan Lampung melalui balai monitoring setempat.
Pada operasi hari ketujuh, tim SAR gabungan mengerahkan 18 armada kapal dan satu unit helikopter HR-3604 milik Basarnas. Luas area penyisiran laut mencapai 6.649 nautical mile persegi yang terbagi ke dalam enam sektor, yaitu sektor X, Z, V, W, U, dan Y.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Kasi Ops Basarnas Banten, Rizky Dwiyanto, menjelaskan bahwa sektor X menjadi prioritas utama dengan pengerahan 11 kapal. Fokus ini diambil menyusul adanya sejumlah petunjuk awal yang ditemukan tim di sektor tersebut sejak hari ketiga operasi.
Selain operasi laut, tim SAR melaksanakan penyisiran darat di sepanjang garis pesisir Pantai Carita hingga Pantai Anyar, serta pulau-pulau di sekeliling kawasan vulkanik, mencakup Pulau Sertung, Rakata Besar, dan Pulau Panjang.
Temuan Lapangan dan Kendala Cuaca
Sejumlah barang sempat dievakuasi pada hari keenam pencarian, di antaranya dua lembar terpal, tiga jaket keselamatan berwarna oranye, dan satu buah galon air. Namun, setelah melalui proses verifikasi dan identifikasi oleh tim SAR, seluruh temuan tersebut dipastikan bukan milik rombongan jurnalis yang hilang.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Proses pencarian di lapangan menghadapi tantangan alam yang berat. Pantauan Pos SAR Bakauheni mencatat kabut tebal di perairan membatasi jarak pandang visual nakhoda dan personel hingga tersisa sekitar satu mil laut.
Penyisiran dari udara juga sempat terkendala oleh aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Asap vulkanik yang pekat masih terdeteksi berada di bawah ketinggian 1.500 meter, sehingga pergerakan helikopter penyelamat harus terus menyesuaikan dengan batas aman penerbangan di sekitar area erupsi.






