Kawasan Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami kebakaran hutan yang melanda area Blok Ranu Kembang. Akibat peristiwa tersebut, sekitar 170 pendaki yang berada di area gunung langsung dievakuasi turun demi memastikan keselamatan mereka.
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengonfirmasi bahwa seluruh pendaki yang dievakuasi berada dalam kondisi aman dan kondusif. Rombongan tersebut bergerak turun dengan pendampingan langsung dari Pemandu Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST).
Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, menjelaskan bahwa para pendaki yang dievakuasi sebelumnya sempat berkemah di Ranu Kumbolo. Lokasi danau tersebut merupakan satu-satunya titik perkemahan resmi di sepanjang rute pendakian Gunung Semeru.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Guna memastikan evakuasi berjalan lancar, tim pemandu bersama personel TNBTS dari wilayah Ranu Pani telah bergerak naik menyusuri jalur untuk bersiaga menyambut kedatangan para pendaki.
Menyusul insiden kebakaran hutan di sekitar kawasan jalur pendakian, Balai Besar TNBTS memutuskan untuk menutup total seluruh aktivitas pendakian di Gunung Semeru. Keputusan ini tertuang dalam Surat Pengumuman Nomor PG.20/T.8/TU/HMS.01.07/B/08/2026.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Penutupan akses ini diterapkan untuk mendukung kelancaran pemadaman api serta mempermudah evakuasi pengunjung dengan mengutamakan keselamatan. Kebijakan penutupan jalur pendakian Gunung Semeru tersebut berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan.






