tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Waspada Penipuan

40 Perusahaan Baja Ngemplang Pajak, Purbaya Ungkap Modusnya

Ance ManoppoDiterbitkan 30 Agu 2026 - 12.04 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
40 Perusahaan Baja Ngemplang Pajak, Purbaya Ungkap Modusnya
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Industri baja nasional saat ini tengah berada dalam kondisi tertekan dan kesulitan bersaing akibat gempuran produk non-prosedural di pasar dalam negeri. Tekanan pasar ini diperparah oleh adanya kebocoran penerimaan negara bernilai triliunan rupiah akibat praktik pengemplangan kewajiban perpajakan oleh puluhan pelaku usaha.

Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengantongi daftar 40 perusahaan baja yang akan diperiksa terkait dugaan manipulasi dan penghindaran pajak. Dari puluhan entitas tersebut, potensi kebocoran pajak diperkirakan mencapai Rp4 triliun hingga Rp5 triliun. Secara keseluruhan, potensi kerugian negara dari sektor industri baja yang tidak beroperasi sesuai aturan鈥攖ermasuk beberapa perusahaan asal Tiongkok鈥攂isa melampaui angka Rp5 triliun.

Modus Impor Bodong dan Manipulasi Pajak

Berdasarkan identifikasi otoritas keuangan, praktik pengemplangan pajak di sektor ini berkaitan erat dengan skema impor bodong. Melalui modus ini, komoditas baja dimasukkan ke wilayah Indonesia tanpa memenuhi kewajiban administratif dan kepabeanan yang sah, kemudian diperdagangkan secara bebas di pasar domestik.

Baca Juga

Ortu Ungkap ABG di Jakbar Berkali-kali Dicabuli Kenalan di Medsos

Ortu Ungkap ABG di Jakbar Berkali-kali Dicabuli Kenalan di Medsos

Pelanggaran tersebut mencakup tiga instrumen penerimaan negara sekaligus, yaitu manipulasi Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan Bea Masuk. Praktik serupa tidak hanya terjadi pada rantai pasok baja, melainkan juga ditemukan pada sektor bahan bangunan dengan pola kerja yang sama, yang turut mencatatkan potensi kerugian negara lebih dari Rp5 triliun.

Tahapan Penindakan dan Target Penyelesaian

Kendati daftar target telah disusun, proses audit dan penindakan masih berada pada tahap awal. Dari 40 perusahaan baja yang terindikasi melanggar, kementerian baru merampungkan pemeriksaan terhadap satu perusahaan.

Baca Juga

Komisi III Minta Kasus Peredaran Dolar Singapura Palsu Diusut Tuntas

Komisi III Minta Kasus Peredaran Dolar Singapura Palsu Diusut Tuntas

Masalah ketidakpatuhan fiskal pada sektor baja dan bahan bangunan ini telah diidentifikasi kementerian sejak awal tahun. Pemerintah menargetkan penuntasan seluruh pemeriksaan dan penegakan hukum terhadap 40 perusahaan tersebut dapat diselesaikan pada tahun depan demi memulihkan penerimaan kas negara serta memulihkan iklim usaha yang adil bagi produsen domestik.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Purbaya Yudhi Sadewa

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap