tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Nasional

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bergerak ke Barat, Bandar Lampung Alami Hujan Abu

Lidya RumbayanDiterbitkan 6 Sep 2026 - 00.32 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Abu Vulkanik Anak Krakatau Bergerak ke Barat, Bandar Lampung Alami Hujan Abu
Foto/Ilustrasi: CNN Indonesia
A-A+

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda terjadi sejak Sabtu (5/9) dini hari hingga siang WIB. Hembusan angin membawa abu vulkanik dari aktivitas erupsi tersebut berpotensi bergerak ke arah barat menuju wilayah Provinsi Lampung. Sejumlah warga di wilayah yang berada di barat Gunung Anak Krakatau tersebut mulai melaporkan adanya paparan debu dan abu vulkanik.

Memasuki Sabtu malam, warga di Kota Bandar Lampung mulai merasakan dampak hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Jarak dari posisi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung Selatan, menuju ke Kota Bandar Lampung sendiri tercatat sekitar 80 kilometer.

Sebaran debu vulkanik dilaporkan menjangkau sejumlah titik di Bandar Lampung, di antaranya kawasan Sukarame dan Kemiling. Warga Sukarame, Dinda, menuturkan bahwa debu mulai terasa turun pada malam hari seusai waktu magrib. Selain di kawasan tersebut, debu vulkanik juga sampai ke wilayah Kemiling.

Baca Juga

KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Paparan debu vulkanik turut meluas ke wilayah lain di Lampung Selatan. Donny, warga Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, melaporkan bahwa kawasan tempat tinggalnya yang berada di dekat Bandara Lampung juga mulai terdampak debu. Sementara itu, dampak abu vulkanik tidak hanya bergerak ke arah barat. Seorang pelancong asal Bogor yang sedang berada di Pulau Sangiang鈥攑ulau di Selat Sunda yang berada di sebelah timur Gunung Anak Krakatau鈥攋uga melaporkan wilayah tersebut ikut terdampak paparan debu vulkanik.

Berdasarkan hasil pemantauan pos pengamatan pada periode pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih terekam secara terus-menerus. Rekaman seismik mencatat aktivitas kegempaan dengan amplitudo maksimum mencapai 70 milimeter dan durasi selama 21.600 detik. Pengamatan visual terhadap kolom erupsi tidak dapat dilakukan secara maksimal karena kawasan gunung tertutup kabut. Kendati demikian, suara gemuruh serta dentuman dari arah gunung masih terdengar dengan intensitas lemah hingga sedang.

Baca Juga

RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Hingga saat ini, status Gunung Anak Krakatau masih ditetapkan pada Level III (Siaga). Dalam tingkat aktivitas ini, masyarakat, wisatawan, pengunjung, maupun pendaki dilarang mendekati area gunung dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Suwarno, mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah antisipasi. Warga diimbau untuk selalu menggunakan masker dan pelindung mata apabila abu vulkanik mulai turun di wilayah tempat tinggal mereka guna mencegah gangguan kesehatan akibat paparan debu.

Sumber: CNN Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bandar Lampung

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap