Warga di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sempat digemparkan oleh kondisi abu vulkanik yang menempel cukup tebal pada kendaraan mereka. Fenomena ini memerlukan perhatian khusus bagi para pemilik mobil, mengingat pembersihan yang dilakukan secara sembarangan dapat menimbulkan kerusakan permanen pada eksterior kendaraan.
Abu vulkanik terbentuk dari partikel mineral serta pecahan material vulkanik yang memiliki karakteristik keras dan sangat abrasif. Karakter ini membuat debu vulkanik berbeda dari debu jalanan biasa. Apabila dibersihkan tanpa kehati-hatian, partikel tajam tersebut dapat meninggalkan goresan halus pada lapisan cat maupun permukaan kaca mobil.
Bahaya Mengusap Kering dan Efek Korosif
Banyak pemilik mobil tergoda untuk segera menyeka debu vulkanik yang menumpuk. Namun, mengusap atau menggosok permukaan bodi dan kaca mobil secara langsung dalam keadaan kering sangat tidak dianjurkan. Gesekan antara partikel mineral keras dan permukaan mobil dapat langsung merusak lapisan pelindung cat (clear coat) serta menggores kaca.
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Selain risiko baret fisik, ancaman kerusakan kimia juga patut diwaspadai. Ketika abu vulkanik bercampur dengan air, embun, atau rintik gerimis, lalu dibiarkan menempel dalam durasi yang lama, endapan tersebut berpotensi menciptakan kondisi yang jauh lebih korosif terhadap permukaan kendaraan.
Langkah Penanganan dan Pencegahan Baret
Untuk kendaraan yang sudah terlanjur tertutup abu tebal, langkah pertama yang diambil bukanlah langsung menggunakan kain lap. Tindakan menyeka langsung dengan kain lap justru memicu gesekan partikel abrasif yang memperluas baret pada bodi kendaraan.
Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Bagi pemilik kendaraan yang mobilnya belum terpapar abu vulkanik, langkah antisipasi yang disarankan adalah memarkirkan kendaraan di tempat yang tertutup. Penggunaan selimut mobil atau car cover juga dapat dijadikan opsi perlindungan, asalkan permukaan bodi kendaraan sudah dipastikan bersih.
Sebaliknya, jangan sekali-kali memasang atau menggeser car cover pada mobil yang sudah dipenuhi abu vulkanik. Gesekan antara kain penutup mobil dan partikel vulkanik yang terperangkap di bawahnya justru akan memperbesar risiko timbulnya goresan pada permukaan bodi.






