Kebakaran melanda kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (2/9) malam. Peristiwa ini memicu perhatian khusus menyusul keberadaan menara Saluran Udara Ekstra Tinggi (SUTET) serta sebuah gardu listrik yang posisinya berada tepat di dekat titik api di Blok B.
Guna mengantisipasi dampak pada infrastruktur transmisi listrik bertegangan tinggi tersebut, petugas menyiagakan satu unit mobil pemadam kebakaran yang difokuskan khusus untuk melakukan pembasahan di sekitar gardu dan menara SUTET. Langkah ini dilakukan agar kobaran api tidak merembet langsung ke instalasi kelistrikan di area timbunan sampah tersebut.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Api di TPA Putri Cempo dilaporkan mulai berkobar sekitar pukul 18.00 WIB dan membakar hamparan sampah di Blok B dan Blok D dengan luas terdampak diperkirakan mencapai lebih dari 7 hektare. Puluhan armada pemadam kebakaran dari wilayah Solo, Karanganyar, dan Klaten diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan amukan api yang menyebar di gunungan sampah.
Meski area yang terbakar cukup luas, lokasi Blok B dan Blok D berada pada jarak yang relatif jauh dari permukiman warga terdekat di kawasan RW 30 dan RW 39 Mojosongo. Lurah Mojosongo Katarina Kartika memastikan bahwa kondisi permukiman saat ini masih dalam batas aman dan tidak langsung terancam oleh rambatan api.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya titik api di TPA Putri Cempo masih belum diketahui. Fenomena kebakaran di lokasi tersebut kerap terjadi setiap tahun selama musim kemarau akibat pengaruh cuaca ekstrem, kendati insiden sebelumnya biasanya hanya berupa kepulan asap kecil yang dapat segera dipadamkan.






