Pemerintah terus berupaya memperluas akses kepemilikan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui penyediaan pembiayaan bersubsidi yang terjangkau. Komitmen nyata dari pemerintah ini ditunjukkan melalui pelaksanaan akad massal sebanyak 62.000 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi yang diselenggarakan secara serentak. Acara pusat dari kegiatan berskala besar ini dilangsungkan di daerah Batang, Provinsi Jawa Tengah, pada hari Kamis, 30 Juli 2026. Pelaksanaan akad massal tersebut menjadi momentum yang sangat istimewa karena dihadiri secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Kehadiran kepala negara ini menegaskan dukungan penuh pemerintah pusat dalam meninjau jalannya program penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat luas.
Dalam kesempatan yang berlangsung dengan sangat khidmat tersebut, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa, turut hadir secara khusus untuk memimpin sesi pembacaan doa. Beliau memimpin doa pada pelaksanaan akad massal 62.000 unit KPR subsidi dengan memanjatkan permohonan tulus agar setiap hunian yang diterima oleh masyarakat dapat membawa kebaikan. Secara spesifik, KH Zulfa Mustofa memohon kepada Tuhan agar rumah subsidi yang disalurkan tersebut menjadi tempat tinggal yang membawa ketenangan, memberikan rasa keamanan, dan pada akhirnya membuat para penghuninya menjadi keluarga yang sakinah di dalamnya.
Selain mendoakan para penerima manfaat dari rumah subsidi tersebut, KH Zulfa Mustofa juga memanjatkan doa untuk kelancaran ikhtiar pemerintah dalam menyediakan hunian yang layak bagi rakyat. Beliau berharap agar upaya besar tersebut senantiasa memperoleh kemudahan dan terus membawa kemaslahatan bagi seluruh elemen bangsa Indonesia. Dalam rangkaian doanya, tokoh agama terkemuka tersebut secara khusus mendoakan Presiden Prabowo Subianto beserta seluruh jajaran pemerintah. Doa tersebut dipanjatkan agar para pemimpin negara selalu diberikan kekuatan, kesehatan yang prima, serta kebijaksanaan dalam menjalankan amanah negara untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh.
Pujian Prabowo ke Pramono Meski Tak Separtai Mengemuka di Peresmian LRT

Momen pembacaan doa dalam acara peresmian di Batang ini merupakan salah satu rangkaian penting dari pelaksanaan Program Tiga Juta Rumah yang secara resmi ditandai dengan akad massal 62.000 unit KPR subsidi. Penyaluran serentak puluhan ribu unit KPR ini dilakukan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau yang lebih dikenal dengan singkatan FLPP. Skema ini diselenggarakan di berbagai daerah untuk memastikan pemerataan bantuan. Tidak hanya berfokus pada pembiayaan kepemilikan rumah semata, kegiatan strategis ini juga dilaksanakan bersamaan dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. Sinergi kedua program ini dirancang khusus untuk memperluas akses pembiayaan bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Acara yang berlangsung dengan khidmat tersebut juga dihadiri oleh sejumlah menteri terkait yang memiliki peran vital dalam sektor perumahan dan pertanahan. Di jajaran kursi pejabat, tampak hadir Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid. Suasana acara yang serius namun hangat sempat diwarnai dengan candaan dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyampaikan secara langsung bahwa pembacaan doa yang dipimpin oleh KH Zulfa Mustofa merupakan bentuk mengakomodasi aspirasi dari Menteri Nusron Wahid. Candaan tersebut disampaikan dalam suasana yang santai dan berhasil mengundang senyum para tamu undangan yang hadir tanpa mengurangi kekhidmatan jalannya acara akad massal.
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Pelaksanaan akad massal di daerah Batang, Jawa Tengah, menjadi tonggak sejarah yang penting dalam merealisasikan Program Tiga Juta Rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah di tanah air. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Presiden Prabowo Subianto, jajaran menteri kabinet terkait, hingga perwakilan pengurus pusat PBNU KH Zulfa Mustofa, menegaskan keseriusan dan kolaborasi pemerintah bersama tokoh agama dalam menjalankan program kerakyatan ini. Melalui skema pembiayaan bersubsidi seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan penyaluran KUR Perumahan yang dijalankan secara serentak, pemerintah berharap akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah yang memadai akan semakin terbuka lebar demi tercapainya tingkat kesejahteraan nasional yang lebih merata.






