Presiden Prabowo Subianto telah mengambil keputusan penting dengan mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia yang baru. Langkah ini menandai babak baru dalam kepemimpinan bank sentral di tanah air. Dalam usulan yang disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), nama Destry Damayanti diajukan sebagai calon tunggal oleh pihak pemerintah. Sebagai calon tunggal, Destry nantinya akan mengikuti dan menjalani seluruh rangkaian proses pengujian yang diselenggarakan secara resmi oleh DPR sebelum dapat ditetapkan sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa keputusan Presiden Prabowo Subianto dalam memilih Destry Damayanti didasarkan pada pertimbangan yang sangat matang. Menurut penjelasan Prasetyo Hadi, alasan utama di balik pengusulan ini adalah rekam jejak Destry Damayanti yang dinilai sangat baik di sektor keuangan. Rekam jejak yang solid di bidang keuangan tersebut dipandang menjadi modal krusial serta alasan utama mengapa pemerintah mempercayakan posisi kepemimpinan Bank Indonesia kepadanya untuk masa jabatan mendatang.
Keterangan resmi mengenai pengusulan calon Gubernur Bank Indonesia ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat berada di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada hari Rabu, 12 Agustus 2026. Prasetyo Hadi juga menyoroti pengalaman kerja Destry Damayanti yang sudah sangat memahami seluk-beluk kepemimpinan di bank sentral. Salah satu bukti nyata dari rekam jejak tersebut adalah kepemimpinan Destry Damayanti yang telah menjabat selama dua periode sebagai Deputi Gubernur Senior di Bank Indonesia. Pengalaman mengemban amanah sebagai Deputi Gubernur Senior selama dua periode ini memperkuat alasan kelayakannya untuk naik kelas memimpin Bank Indonesia secara keseluruhan.
Pujian Prabowo ke Pramono Meski Tak Separtai Mengemuka di Peresmian LRT

Tidak hanya mengusulkan calon untuk posisi Gubernur Bank Indonesia, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto juga telah mengirimkan usulan nama-nama lain kepada DPR. Usulan tersebut diajukan untuk mengisi posisi penting lainnya di jajaran dewan gubernur, yaitu untuk jabatan Deputi Gubernur Senior yang baru serta posisi Deputi Gubernur yang baru. Langkah pengusulan nama-nama ini dilakukan guna memastikan kesinambungan kepemimpinan di bank sentral tetap berjalan dengan baik dan terstruktur.
Di tengah proses pengusulan nama-nama pejabat bank sentral tersebut, muncul berbagai spekulasi dan rumor di kalangan publik. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa dua orang Deputi Gubernur Bank Indonesia yang saat ini sedang aktif menjabat, yaitu Aida Budiman dan Solikin, diusulkan oleh pemerintah untuk naik jabatan menjadi Deputi Gubernur Senior yang baru. Kabar mengenai potensi promosi Aida Budiman dan Solikin ini pun menjadi perbincangan hangat di kalangan pengamat ekonomi dan sektor keuangan.
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Menanggapi desas-desus mengenai nama-nama calon deputi tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi enggan memberikan rincian atau konfirmasi lebih lanjut. Prasetyo Hadi secara terbuka menyampaikan keengganannya untuk mengungkap identitas nama-nama yang diusulkan oleh pemerintah kepada publik pada saat itu. Ia mengimbau dan meminta kepada seluruh pihak untuk bersabar menanti proses resmi yang sedang berlangsung di parlemen. Prasetyo menegaskan bahwa dirinya telah berjanji untuk tidak membocorkan atau menyampaikan nama-nama tersebut terlebih dahulu, dan meminta publik untuk menunggu pengumuman resmi yang nantinya akan disampaikan langsung oleh pihak DPR.






