Perekonomian Amerika Serikat mencatatkan pertumbuhan yang lebih lambat dari perkiraan pada pertengahan tahun 2026. Berdasarkan data yang dirilis, produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat hanya tumbuh sebesar 1,5% secara tahunan (year-on-year) pada kuartal kedua, yang mencakup periode April hingga Juni 2026. Angka pertumbuhan PDB ini menunjukkan perlambatan yang cukup nyata jika dibandingkan dengan capaian pada kuartal pertama tahun 2026, di mana ekonomi Amerika Serikat masih mampu tumbuh sebesar 2,1%. Perlambatan ekonomi pada kuartal kedua ini juga meleset dari ekspektasi pasar. Sebelumnya, para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones telah memproyeksikan bahwa pertumbuhan produk domestik bruto Amerika Serikat akan berada di angka 1,8% untuk periode kuartal kedua tahun 2026.
Terdapat beberapa komponen utama yang menjadi faktor penekan laju pertumbuhan produk domestik bruto Amerika Serikat pada periode tersebut. Penurunan ketersediaan persediaan barang sebesar 0,7% serta adanya kontraksi pada belanja pemerintah federal sebesar 0,3% menjadi beban utama yang menyeret turun angka PDB secara keseluruhan. Meskipun demikian, aktivitas sektor swasta dan permintaan domestik inti masih menunjukkan indikator yang cukup kuat. Penjualan akhir kepada pembeli domestik swasta melonjak tajam hingga mencapai 3,9%. Di samping itu, investasi domestik swasta juga turut memberikan kontribusi positif dengan mencatatkan kenaikan sebesar 0,5%. Dari sisi neraca perdagangan, ekspor Amerika Serikat mengalami peningkatan sebesar 0,5%, sementara angka impor justru mengalami penurunan sebesar 1,5%.








