Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi mengambil langkah untuk menekan lonjakan harga daging sapi yang memberatkan masyarakat di pasar domestik. Gedung Putih mengumumkan pada Rabu (26/8/2026) waktu setempat bahwa Trump telah menandatangani sebuah proklamasi yang memungkinkan peningkatan sementara volume impor potongan daging sapi tanpa lemak ke AS.
Langkah tersebut diambil menyusul kondisi harga daging sapi di tingkat konsumen yang telah melambung hingga menembus rekor tertinggi. Dalam dokumen proklamasi yang dirilis oleh Gedung Putih, pemerintah Trump menilai dan menyatakan bahwa harga daging sapi telah meningkat secara tidak wajar bagi para konsumen AS.
Penambahan Impor Tanpa Tarif Kuota
Melalui kebijakan baru tersebut, volume potongan daging sapi tanpa lemak yang diizinkan masuk ke AS tanpa dikenakan tarif di atas kuota akan ditambah sebesar 300.000 metrik ton. Penambahan volume impor sementara ini ditujukan untuk mengisi kekosongan pasokan dan menstabilkan pergerakan harga di pasar dalam negeri.
Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Tekanan pada pasokan daging di AS dipicu oleh anjloknya populasi ternak domestik. Terjadinya bencana kekeringan serta kebakaran hutan telah memangkas pasokan sapi di AS hingga mencapai titik terendah dalam 75 tahun terakhir, yang pada akhirnya turut mendorong harga daging sapi ke level rekor.
Pembukaan Perbatasan Meksiko dan Respons Peternak
Selain memberikan relaksasi impor potongan daging, pemerintah AS pada pekan ini juga mulai membuka kembali secara bertahap sejumlah pelabuhan masuk ternak di sepanjang perbatasan selatannya dengan Meksiko. Kebijakan pembatasan impor ternak dari Meksiko sebelumnya sempat diberlakukan oleh Trump sebagai langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran cacing parasit yang dapat menyerang ternak sapi.
Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Kendati dimaksudkan untuk meredam harga bagi konsumen, kebijakan pelonggaran impor ini menghadapi penolakan dari pelaku peternakan lokal. American Farm Bureau Federation, selaku organisasi lobi pertanian terbesar di AS, sebelumnya telah mengirimkan surat kepada Trump untuk mengingatkan dampak kebijakan tersebut. Organisasi itu memperingatkan bahwa pelonggaran dan pengurangan tarif impor justru berisiko merugikan serta melemahkan peternak dalam negeri AS.






