Kepulan asap dan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terlihat di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Senin (14/9). Kemunculan titik api baru tersebut terpantau langsung saat rombongan pejabat kementerian dan lembaga terkait meninjau lokasi terdampak.
Pengecekan lapangan di kawasan Bukit Tengkorak dilakukan oleh Menteri Kehutanan Raja Antoni bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto serta Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono. Setelah rombongan selesai memeriksa dua titik lokasi dan hendak melanjutkan perjalanan, kepulan asap putih tampak kembali meninggi seiring kobaran api yang menyala kembali.
Merespons temuan tersebut, Menteri Kehutanan langsung menginstruksikan Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) wilayah Kalimantan, Yudo Shekti Mustiko, guna memantau ketat pergerakan api dan jalannya proses pemadaman di area tersebut.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Penanganan Udara dan Darat Diperketat
Operasi pemadaman digencarkan menyusul arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang menginstruksikan seluruh instansi terkait untuk bahu-membahu menekan persebaran karhutla agar tidak menyentuh zona inti IKN. Sinergi ini melibatkan TNI, Polri, BNPB, Kementerian Kehutanan, Otorita IKN, pemerintah daerah, hingga elemen masyarakat setempat.
Strategi penanganan karhutla di kawasan IKN dan sekitarnya dijalankan melalui kombinasi pemadaman jalur udara dan darat:
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

- Jalur udara mengandalkan operasi pengeboman air (water bombing) serta pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dikoordinasikan bersama BNPB.
- Jalur darat mengerahkan personel gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), OIKN, serta dukungan pihak perusahaan di sekitar area terdampak.
Selain kawasan IKN, pengendalian titik panas (hotspot) karhutla di Kalimantan Timur juga difokuskan pada sejumlah wilayah kabupaten lain yang mencatatkan konsentrasi titik api cukup tinggi, di antaranya Berau, Paser, dan Kutai Kartanegara.






