Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka kesempatan bagi perusahaan pembangkit listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) untuk terlibat langsung dalam pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Saat ini, pemerintah telah menyiapkan sedikitnya tujuh proyek PLTS yang siap memasuki proses tender.
Bahlil menjelaskan bahwa keterlibatan pihak swasta dalam proyek pembangkit berbasis energi surya tersebut sangat bergantung pada penawaran yang diajukan. Proyek-proyek tersebut akan diserahkan kepada pihak IPP jika mereka mampu memberikan penawaran harga listrik yang kompetitif bagi negara.
Namun, apabila penawaran dari pelaku usaha dinilai tidak kompetitif atau proyek tersebut sepi peminat, pemerintah memastikan pembangunan tidak akan terhenti. Pemerintah melalui Danantara akan mengambil alih pengerjaan proyek-proyek tersebut dengan skema pembiayaan yang efisien, efektif, dan terjangkau sesuai dengan arahan Presiden.
Laba Usaha InJourney Naik 10%, Ini Pesan BP BUMN

Target Percepatan Pembangkit Surya Nasional
Penawaran proyek PLTS kepada sektor swasta ini merupakan bagian dari agenda percepatan pembangunan PLTS berkapasitas 100 GWp. Pengerjaan proyek berskala besar tersebut akan dikebut secara masif dalam kerangka waktu tiga tahun ke depan guna memperkuat pasokan energi bersih nasional.
Sebagai langkah awal pelaksanaan program tersebut, pemerintah telah meluncurkan dan melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking untuk 14 proyek PLTS. Pembangunan tahap awal ini memiliki total kapasitas mencapai 5,3 GWp yang tersebar di Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau, serta proyek berkapasitas 1.000 MW plus sistem baterai di Bali.
Maluku Utara Ukir Prestasi Nasional, Sherly Tekankan Kepercayaan Investor

Daftar 7 Proyek PLTS yang Siap Ditenderkan
Dari rangkaian rencana pengembangan pembangkit surya yang disiapkan, berikut adalah daftar tujuh proyek PLTS yang siap melalui proses tender untuk ditawarkan kepada swasta:
- PLTS Purwakarta di lahan Bank Tanah dengan kapasitas 69 MWp.
- PLTS Terapung Jatiluhur dengan kapasitas 1.688 MWp.
- PLTS Terapung Cirata dengan kapasitas 1.250 MWp.
- PLTS Terapung Jatigede dengan kapasitas 636 MWp.
- PLRS Madura dengan kapasitas 605 MWp.
- PLTS Gilimanuk dengan kapasitas 300 MWp.
- PLTS Buleleng dengan kapasitas 118 MWp.






