Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tetap dan tidak mengalami perubahan di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia. Langkah untuk mempertahankan harga BBM bersubsidi ini diambil pemerintah demi menjaga daya beli masyarakat, khususnya bagi kelompok menengah ke bawah.
Bahlil menjelaskan bahwa keputusan mempertahankan harga BBM subsidi memiliki konsekuensi langsung terhadap anggaran pendapatan dan belanja negara. Lonjakan harga minyak mentah di pasar internasional berpotensi menambah kebutuhan alokasi subsidi energi. Untuk mengatasi hal tersebut, penambahan anggaran subsidi menjadi salah satu opsi atau langkah yang dapat ditempuh pemerintah demi menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
Prioritas untuk Masyarakat Menengah ke Bawah
Bahlil, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar, menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Presiden memandang bahwa membela dan menjaga daya beli masyarakat untuk kalangan menengah ke bawah merupakan prioritas yang jauh lebih penting, terlepas dari berbagai konsekuensi pembiayaan yang harus ditanggung negara.
Pujian Prabowo ke Pramono Meski Tak Separtai Mengemuka di Peresmian LRT

Dalam mengantisipasi ketidakpastian pasar energi dunia, Kementerian ESDM terus melakukan konsultasi secara berkelanjutan dengan Menteri Keuangan atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah secara saksama terus mengikuti dinamika perkembangan global, khususnya fluktuasi harga minyak dunia yang tidak menentu.
Dinamika Harga Minyak Dunia dan ICP
Sebelumnya, PT Pertamina juga telah memastikan bahwa harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan di tengah pergerakan harga komoditas global. Penegasan tersebut dikeluarkan menyusul pergerakan harga minyak mentah jenis Brent yang kembali menembus level 100 dolar AS per barel pada perdagangan Kamis (10/9/2026).
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Saat ini, harga minyak dunia telah berada di kisaran 106 hingga 108 dolar AS per barel. Di sisi lain, rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sepanjang periode Januari hingga September 2026 masih berada pada kisaran 85 hingga 90 dolar AS per barel.






