Perairan Laut Jawa menjadi lokasi insiden maritim setelah kapal Virgo Transport 8 dilaporkan mengalami kemiringan akibat cuaca buruk dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/9) dini hari. Kepala Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional (Basarnas), Mohammad Syafii, mengonfirmasi bahwa kapal tersebut sempat menyiarkan sinyal darurat sebelum akhirnya hilang kontak.
Berdasarkan keterangan Basarnas, awak kapal awalnya telah memberikan laporan ke pihak perusahaan terkait kondisi cuaca yang memburuk di jalur pelayaran. Beberapa jam berselang, kapal dilaporkan mengalami pergeseran titik keseimbangan (center of gravity) hingga posisinya oleng. Menghadapi situasi genting tersebut, kapal segera mengaktifkan status emergensi dan memancarkan siaran permintaan bantuan darurat, sebelum komunikasi terputus total sekitar pukul 02.00 WITA.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Kantor SAR Banjarmasin menerima laporan kejadian pada pukul 04.10 WITA dan segera menggerakkan tim penyelamat beserta peralatan operasi pada pukul 04.30 WITA. Jarak tempuh menuju titik koordinat terakhir kapal membutuhkan waktu pelayaran sekitar enam jam dari pangkalan SAR. Menanggapi kondisi kritis di jalur pelayaran, Kantor SAR Banjarmasin mendeklarasikan status darurat kepada seluruh armada dan pengguna lalu lintas laut di kawasan Laut Jawa serta berkoordinasi langsung dengan Basarnas pusat guna mempercepat bantuan.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Hingga pukul 17.00 WITA, tim SAR telah mengevakuasi sebanyak 113 korban, termasuk enam korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Basarnas memastikan fokus utama saat ini adalah menuntaskan seluruh proses pencarian dan evakuasi, sementara investigasi menyeluruh terkait penyebab pasti kemiringan kapal dan putusnya kontak akan dilakukan setelah operasi SAR dinyatakan selesai.






