tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi & Bisnis

Bisnis Non-Batu Bara Sumbang 66,5 Persen Pendapatan TBS pada Semester I 2026

Andi SompaDiterbitkan 29 Agu 2026 - 01.01 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Bisnis Non-Batu Bara Sumbang 66,5 Persen Pendapatan TBS pada Semester I 2026
Foto/Ilustrasi: Republika
A-A+

PT TBS Energi Utama Tbk mencatatkan transformasi portofolio yang signifikan sepanjang semester I 2026. Lini bisnis non-batu bara kini mendominasi struktur keuangan perseroan dengan kontribusi mencapai 66,5 persen terhadap total pendapatan konsolidasi.

Sektor pengelolaan limbah dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik menjadi motor utama di balik lonjakan kontribusi non-batu bara tersebut. Di sisi lain, porsi bisnis batu bara menyusut menjadi 31,4 persen dari pendapatan konsolidasi perseroan yang secara keseluruhan mencapai 173 juta dolar AS pada paruh pertama tahun ini.

Pergeseran komposisi ini sejalan dengan langkah strategis perseroan yang telah sepenuhnya keluar dari operasional pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU). Selain melepas aset PLTU, TBS juga memangkas aktivitas perdagangan batu bara hingga sekitar dua pertiga dibandingkan periode sebelumnya.

Baca Juga

Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Kinerja Laba dan Efisiensi Operasional

Perubahan fokus bisnis tersebut berdampak langsung terhadap efisiensi dan margin keuntungan. TBS membukukan laba kotor konsolidasi sebesar 28,2 juta dolar AS pada semester I 2026, melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar 13,9 juta dolar AS.

Peningkatan laba kotor ini didukung oleh pemangkasan beban pokok pendapatan yang berkurang sebesar 13,5 juta dolar AS. Alhasil, margin kotor perseroan terdongkrak secara tahunan dari 8,1 persen menjadi 16,3 persen.

Pertumbuhan juga tercermin pada EBITDA konsolidasi yang meningkat 23,7 persen. Selain itu, arus kas dari aktivitas operasi berbalik positif menjadi 14,6 juta dolar AS pada semester I 2026, membaik dari posisi sebelumnya yang tercatat minus 31,6 juta dolar AS.

Baca Juga

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Posisi Keuangan dan Penurunan Utang

Di tengah ekspansi lini bisnis hijau, total aset perseroan mengalami penurunan sebesar 3,6 persen secara tahunan. Per 30 Juni 2026, TBS memegang posisi kas dan setara kas sebesar 94,7 juta dolar AS.

Struktur neraca keuangan perseroan juga menunjukkan penurunan kewajiban jangka pendek. Utang bank jangka pendek berhasil dipangkas hingga 30,9 persen secara tahunan, yang turut menekan total liabilitas jangka pendek perseroan sebesar 13,5 persen.

Sumber: Republika

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Laporan KeuanganTransisi EnergiKendaraan Listrik

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

PINJAMAN ONLINE

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

24 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap