Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 188.161 warga di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih bertahan di tempat pengungsian hingga Minggu (30/8). Jumlah pengungsi tersebut telah mengalami penurunan sebanyak 4.142 jiwa, terutama dari warga yang berasal dari Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Timur, dan Kabupaten Ngada.
Berdasarkan data terkini penanganan bencana, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa NTT tidak mengalami penambahan dan tetap berada pada angka 111 jiwa. Sementara itu, korban luka-luka tercatat mencapai 1.631 orang, dengan rincian 223 orang menderita luka berat dan 1.408 orang mengalami luka ringan.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Kondisi kedaruratan ini bermula sejak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang kawasan NTT pada 15 Agustus lalu. Pejabat BNPB Berton menjelaskan bahwa wilayah NTT telah mengalami 9.765 kali gempa susulan hingga Minggu (30/8), dengan rentang magnitudo terkecil 1 hingga terbesar 6,2. Potensi gempa susulan diperkirakan masih dapat dirasakan dalam kurun waktu 3 hingga 4 pekan pascagempa pertama.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Guna memastikan penanganan pascabencana berjalan optimal, Gubernur NTT Emmanuel Melkiades Laka Lena telah memperpanjang status tanggap darurat penanganan bencana selama 14 hari hingga 12 September 2026. Langkah perpanjangan status darurat pertama ini diambil untuk menjamin distribusi logistik serta penyaluran bantuan sosial bagi ratusan ribu pengungsi dapat terlaksana secara tepat sasaran dan tertib administrasi.






