Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengidentifikasi tren kenaikan titik panas (hotspot) dan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Pulau Kalimantan serta Sumatra. Perkembangan ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta, pada Sabtu (29/8).
Berdasarkan pantauan terkini, peningkatan aktivitas titik panas dan titik api di Kalimantan terpusat di tiga provinsi utama, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Kenaikan yang terjadi di Kalimantan Barat tercatat berlangsung cukup signifikan. Sementara itu di Pulau Sumatra, peningkatan titik panas terpantau di wilayah Riau dan Jambi. Di sisi lain, BNPB juga mencatat adanya penurunan titik api di tiga provinsi.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Penanganan Lapangan dan Patroli Deteksi Dini
Menghadapi tren peningkatan tersebut, operasi pemadaman di jalur darat terus diperkuat oleh tim gabungan. Unsur penanganan karhutla ini melibatkan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Manggala Agni, Daops, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Operasi darat ini juga didukung partisipasi aktif para relawan, kelompok masyarakat peduli api, hingga sektor swasta di masing-masing daerah rawan. Tim gabungan memprioritaskan patroli deteksi dini dan pengecekan lapangan (ground check) secara rutin. Langkah tersebut difokuskan untuk mengidentifikasi kemunculan api baru maupun api yang sedang berkembang, sehingga pemadaman dapat langsung dilakukan sebelum kobaran meluas.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Koordinasi Satgas Udara dan Water Bombing
Selain mengandalkan patroli darat, koordinasi penanganan kebakaran skala besar disiapkan bersama satuan udara. Berton menjelaskan bahwa apabila titik api di lapangan terpantau membesar dan sulit dijangkau melalui jalur darat, tim di lapangan akan langsung berkoordinasi dengan Satgas Udara untuk mengerahkan operasi pemadaman udara (water bombing).






